TGB: Saya Pilih Jokowi karena Rekam Jejak Ma'ruf Bangun Ekonomi Islam

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi pada Gerakan Tangkal Fitnah di Posko Cemara, Jakarta Pusat Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi pada Gerakan Tangkal Fitnah di Posko Cemara, Jakarta Pusat Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan

Ekonomi Islam atau syariah menjadi salah satu isu yang digaungkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Namun, mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yakin Jokowi-Ma'ruf adalah orang yang paling tepat mengembangkan ekonomi syariah.

TGB beralasan Ma'ruf memiliki rekam jejak dalam dalam memberdayakan ekonomi syariah. Ia berharap Jokowi-Ma'ruf dapat terpilih di Pilpres 2019, sehingga dapat mengeksekusi gagasan-gagasan soal ekonomi syariah yang telah direncanakan. “Saya pikir itu juga bagian dari, kalau saya secara pribadi memilih Jokowi-Ma’ruf, karena dalam diri Kiai Maruf ada rekam jejak yang sangat kuat dalam membangun ekonomi Islam sebagai bagian dari ekonomi nasional,” ujar TGB di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/2). Hal itu juga didukung Indonesia sebagai negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia. TGB yakin Indonesia selalu punya pasar dalam mengembangkan ekonomi Islam, dan menilai Ma'ruf menjadi sosok yang dapat mendongkrak perkembangan tersebut.

Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi (tengah) pada Gerakan Tangkal Fitnah di Posko Cemara, Jakarta Pusat Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan

“Beliau (Ma’ruf Amin) punya rekam jejak yang sangat kuat di dalam masalah merumuskan regulasi-regulasi yang terkait ekonomi Islam. Di perbankan, jaminan produk halal. Kemudian juga termasuk beberapa regulasi lain, UU, ada haji, asuransi syariah. Banyak sekali beliau menjadi bagian yang merumuskan,” ungkap TGB.

"Jadi beliau (Ma'ruf) memiliki rekam jejak yang sangat kuat, terang benderang dalam mempromosikan ekonomi Islam di Indonesia, sebagai bagian dari membangun ekonomi nasional," lanjutnya.

Sebelumnya, Ma'ruf menawarkan program peningkatan ekonomi syariah agar dapat Smemberdayakan perekonomian masyarakat. Sementara Sandi menargetkan dengan adanya pertumbuhan ekonomi syariah maka dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Tak hanya itu, Sandi berjanji jika terpilih di pilpres akan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi halal dunia. Namun, pernyataan itu dibalas Ma'ruf dengan menyebut Sandi telat, sebab ia sudah menggagasya sejak 24 tahun lalu. "Ada yang bilang nanti kalau katanya (terpilih di Pilpres 2019), akan menjadikan (Indonesia) halal dunia. Saya bilang telat ente. Saya bersama MUI sudah 24 tahun ngurusin halal," kata Ma'ruf dalam acara istighosah bersama Nahdliyin dan warga Jakarta Pusat di Gelanggang Remaja Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2).