Thailand Suntikkan AstraZeneca untuk Dosis Kedua Pengguna Vaksin Sinovac

Thailand mengumumkan rencananya untuk menggabungkan penggunaan vaksin COVID-19 Sinovac dan AstraZeneca. Langkah ini diambil untuk meningkatkan perlindungan terhadap virus corona.
Dalam rencana tersebut, mereka yang telah divaksinasi dosis pertama dengan Sinovac akan menerima dosis kedua dengan AstraZeneca.
“Hal ini untuk meningkatkan perlindungan terhadap varian Delta dan membangun level imunitas tinggi terhadap penyakit tersebut,” ujar Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul, pada Senin (12/7) sebagaimana dikutip dari Reuters.
Sama seperti Indonesia, Thailand melaporkan sejumlah kasus infeksi COVID-19 pada tenaga kesehatan dan pekerja garda depan yang telah divaksinasi dengan Sinovac.
Kabar mengenai rencana pencampuran vaksin diumumkan usai Kementerian Kesehatan Thailand menyatakan bahwa sebanyak 618 dari 677.348 tenaga kesehatan yang sudah menerima dua dosis Sinovac, terkonfirmasi positif COVID-19 pada periode April hingga Juli.
Bahkan satu perawat meninggal dunia dan satu lainnya kini tengah dalam kondisi kritis.
Thailand juga berencana untuk memberikan suntikan dosis ketiga dengan menggunakan vaksin berbasis mRNA (seperti Pfizer/BioNTech atau Moderna) bagi para tenaga kesehatan yang sudah disuntik dua dosis Sinovac.
Pada Senin (12/7), Thailand melaporkan penambahan kasus hingga 8.656 infeksi dan 80 kematian. Peningkatan kasus yang signifikan sejak awal April ini disebabkan oleh varian Alpha dan Delta yang merebak di negara tersebut.
Kini, pembatasan kegiatan yang sangat ketat diterapkan di Ibu Kota Bangkok dan provinsi-provinsi di sekitarnya mulai Senin ini.
Kebijakan ini direncanakan berlangsung hingga dua pekan ke depan. Jam malam akan diterapkan, pusat perbelanjaan ditutup, dan perkumpulan dibatasi hingga maksimal lima orang.
Total kasus corona Thailand sejak awal pandemi hingga kini mencapai 345.027 kasus dan 2.791 kematian.
