Tiba di Makkah, Jemaah Haji Indonesia Padati Masjidil Haram untuk Tawaf
ยทwaktu baca 2 menit

Jemaah haji gelombang pertama yang berasal dari Madinah sudah tiba di Makkah pada pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau 03.00 WIB. Setelah sampai di hotel, mereka langsung menuju Masjidil Haram untuk tawaf.
Pantauan kumparan yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, jemaah Indonesia mulai berdatangan ke Masjidil Haram sekitar pukul 03.30 WAS atau 07.30 WIB.
Mereka datang diantar Bus Shalawat, yaitu bus yang disediakan Kemenag RI untuk jemaah haji menuju Masjidil Haram dari hotel. Dengan memakai pakaian ihram, mereka tampak datang berkelompok.
Untuk gelombang pertama ini, ada sebanyak 358 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Solo (SOC 1) mayoritas dari Kabupaten Pati, yang menginap di Hotel Kiswah, Jarwal, Makkah. Mereka tampak memakai atribut warna oranye sebagai tanda pengenal kelompok.
Ibadah tawaf --mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran berlawanan arah jam -- bagi jemaah haji Indonesia dipandu seorang pembimbing dari tiap rombongan. Mulai dari titik awal tawaf di Hajar Aswad, membaca doa-doa hingga aktivitas ibadah lain.
Usai tawaf, jemaah haji Indonesia salat sunah dua rakaat di depan Multazam --dinding Ka'bah sepanjang sekitar 2 meter di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah.
Setelah dilanjutkan dengan sai, yaitu berlari kecil sebanyak 7 kali bolak balik dari Bukit Safa ke Marwa sejauh sekitar 400 meter, yang masih berada di Kompleks Masjidil Haram.
Setelah itu, jemaah pria akan mencukur rambut sebanyak 3 kali yang disebut tahalul. Rangkaian jemaah haji sejak memakai ihram, tawaf, sai, hingga tahalul tersebut disebut umrah.
Jemaah akan menunggu puncak ibadah haji yaitu wukuf di Arafah diperkirakan mulai 8 Juli 2022. Jemaah yang sudah tiba, bisa mengisi waktu dengan memperbanyak ibadah. Bersamaan dengan itu, jemaah dari Madinah terus bergerak ke Makkah.
Jaga Kondisi Prima
Konjen RI di Jeddah Eko Hartono mengingatkan jemaah bahwa haji adalah ibadah fisik sehingga jemaah harus menjaga fisik tetap prima. Selain itu, Eko juga mengingatkan saat ini pandemi belum sepenuhnya hilang.
"Mudah-mudahan semua jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik, diberikan kesehatan, kemudahan, sehingga ibadah mereka dapat berjalan dengan baik," ucapnya.
