Tips Dino Taklukkan Hati Diplomat Korut: Ajak Makan Malam

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dino Patti Djalal (Foto: www.bunghatta.ac.id)
zoom-in-whitePerbesar
Dino Patti Djalal (Foto: www.bunghatta.ac.id)

Masyarakat Korea Utara memiliki karakteristik kepribadian yang tertutup dan dogmatis. Seseorang tidak bisa sembarangan mendekati mereka, apalagi untuk bicara hal besar, perdamaian misalnya. Perlu cara-cara khusus untuk menaklukkan hati mereka, dan Dino Patti Djalal punya tipsnya.

Berbicara dalam diskusi meja bundar bertajuk “High Hurdles, Higher Hopes? Embracing a New Era of Peace on the Korean Peninsula” di Jakarta, Selasa (27/11), Dino menceritakan pengalamannya. Menurut mantan duta besar RI untuk Amerika Serikat ini, seseorang harus lebih dulu tahu karakteristik masyarakat Korut untuk bisa menaklukkan hati mereka.

"Orang Korut itu sangat berbeda. Mereka ideologis dan dogmatis, ini mereka refleksikan dalam semua percakapan," kata pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).

"Bahasa yang mereka gunakan seperti bahasa rezim komunis pada tahun 60 dan 70-an," lanjut Dino lagi.

Suasana kota Pyongyang, Korea Utara (Foto: North Korea's Korean Central News Agency via Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kota Pyongyang, Korea Utara (Foto: North Korea's Korean Central News Agency via Reuters)

Mereka sangat militeristik, kata Dino. Semua pembicaraan dikendalikan bahkan diatur sedemikian rupa sehingga tidak terkesan melangkahi pemimpin mereka, Kim Jong-un. Itulah sebabnya masyarakat Korut sangat kaku dan luar biasa tertutup.

Namun Dino yang ke Pyongyang April lalu ini mengatakan, pendekatan personal adalah kuncinya. Untuk menaklukkan hati orang Korut, kata mantan juru bicara presiden ini, undanglah mereka makan malam dan bicarakan urusan pribadi.

"Metodenya adalah makan malam bersama. Bicarakan soal bagaimana kita bertemu istri kita. Jadilah sangat personal. Setelah tiga hari, mereka akan terbuka," kata Dino.

Dino mengatakan, seseorang yang ingin mendekati Korut harus ekstra sabar dan tidak terdengar menghakimi mereka apalagi sampai memaksakan pemikiran.

"Mereka adalah orang-orang yang penuh kebanggaan. Jika mereka merasa kita memaksakan pandangan kepada mereka, maka akan berakhir dengan perdebatan. Dengarkan saja, mereka suka itu. Komentari hanya di akhir percakapan," ujar Dino.

Kim Jong-un (ketiga kiri) dan Moon Jae-in (kedua kanan) di Gunung Paektu. (Foto: Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS)
zoom-in-whitePerbesar
Kim Jong-un (ketiga kiri) dan Moon Jae-in (kedua kanan) di Gunung Paektu. (Foto: Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS)

Kiranya cara ini yang juga digunakan oleh Korea Selatan dalam memperbaiki hubungan dengan Korea Utara. Pertemuan antara Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un beberapa waktu lalu juga diisi oleh makan malam dan obrolan seputar kehidupan pribadi.

Kunjungan Moon ke Korut bahkan diwarnai wisata ke gunung bersama keluarga. Moon mendapatkan kepercayaan dari Kim untuk memulai proses perdamaian dua negara yang masih berstatus perang itu.

"Ini adalah taktik negosiasi. Semakin banyak rasa percaya dimiliki secara personal oleh dua pemimpin, maka semakin banyak keuntungannya di meja negosiasi," ujar Dino.