Tito Beri 6 Arahan pada Kepala Daerah agar Mudik dan Lebaran 2023 Terkendali

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ditemui di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Rabu (30/11/2022). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ditemui di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Rabu (30/11/2022). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Mendagri Tito Karnavian memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah dalam rangka meningkatkan ketentraman dan ketertiban umum dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1444 H atau Lebaran 2023.

Tirto mengatakan, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi di Mabes Polri pada Kamis (6/4).

"Ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemda, ya. Pertama, Kemendagri akan terbitkan surat edaran kepada kepala daerah untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik lebaran," kata Tito dalam arahannya di rakor pengendalian inflasi secara daring, Senin (10/4).

Rakor itu dihadiri oleh penjabat kepala daerah, bupati hingga wali kota. Termasuk pejabat dari BPS, Kementan hingga Satgas Pangan.

Eks Kapolri itu menuturkan, ada enam hal yang harus menjadi perhatian Pemda selama Hari Raya Idul Fitri.

6 Kebijakan Mendagri untuk Kepala Daerah di Hari Raya Idul Fitri. Foto: Kemendagri

Berikut 6 arahan dari Tito:

  1. Memberikan dukungan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran terutama posko pemda agar gabung dengan posko Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

  2. Kesiapsiagaan pemadam kebakaran dan Satpol PP serta Dinas Kebersihan

  3. Pengaturan dan kesiagaan untuk tempat wisata (kebun binatang, pantai dan taman kota)

  4. Pengaturan pasar tumpah agar tidak terjadi kemacetan arus lalu lintas

  5. Pengamanan lingkungan terutama menjaga rumah kosong yang ditinggal mudik

  6. Pemerintah daerah agar siaga dalam mengantisipasi bencana (alam dan nonalam) termasuk mengecek angkutan laut harus menyediakan pelampung untuk penumpang

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Foto: Kemedagri

Terkait posko, Tito menyarankan posko pemda agar bisa gabung dengan posko Forkopimda, TNI-Polri dan lain-lain.

"Dirikan posko bersama, gabungan di stasiun, terminal, titik rawan macet, rest area dan lain-lain," kata Tito.

Tito menuturkan, beberapa kepala daerah bisa berinisiatif mengambil simpati publik terutama simpati masyarakat seperti membiayai mudik bersama.

"Dari DKI misalnya, bisa memberi dukungan mudik bersama ke beberapa daerah atau daerah-daerah yang menjadi tujuan masyarakat yakni Jateng, Jabar, Jatim, Lampung," kata Tito.

"Pak Gubernur, Bupati, Wali Kota bisa mengambil inisiatif untuk membuat mudik bersama terutama dari daerah akan pulang, yaitu daerah DKI dan sekitarnya dibuat mudik bersama menggunakan kendaraan besar sehingga tidak banyak menggunakan kendaraan sepeda motor yang bisa memicu kemacetan," kata Tito.

Foto bersama perayaan HUT Satpol PP dan Satlinmas di Monas pada Kamis (16/3/2023). Foto: Tri Vosa/kumparan

Tito juga meminta Pemda agar selalu siap siaga, termasuk di dalamnya Damkar, Satpol PP, dan Dinas Kebersihan.

Jangan Seperti Kasus Itaewon

Sementara mengenai pengaturan di tempat wisata, Tito meminta kebun binatang, pantai, taman kota dan tempat berkumpul lainnya menjadi fokus utama.

"Ini terutama pantai, hampir tiap tahun yang daerahnya ombak besar itu yang meninggal karena terseret ombak. Kemudian untuk tempat kerumunan wisata, tolong diatur betul kerja sama dengan pengelola dan Polri-TNI dan lain-lain supaya jangan terjadi desak-desakan dorong-dorongan seperti kasus di Korea di Itaewon," ucap Tito.

Jenazah korban serangan jantung diangkut dengan tandu, usai tragedi festival Halloween di kawasan hiburan malam populer Itaewon di Seoul, Korea Selatan, Minggu (30/10/2022). Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS

Tragedi Itaewon di Seoul, Korea Selatan, terjadi pada Sabtu (29/10/2022). Ribuan orang berdesakan untuk merayakan malam Halloween. Sedikitnya sebanyak 156 orang tewas karena tak bisa bernapas.

kumparan post embed

Pasar Tumpah

Tito ini juga menyoroti pengaturan pasar tumpah. Tito meminta agar tidak terjadi kemacetan arus lalu lintas.

Suasana di pasar tumpah Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (4/4/2020) malam. Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar

"Ini beberapa daerah di Jabar, Jateng, pasar tumpah jangan sampai mengganggu arus lalin sehingga perlu diatur termasuk itu andong-andong yang menggunakan kuda, itu juga banyak yang numpuk mangkal cari penumpang sehingga macet," ucap Tito.

Pemda juga diminta mulai meningkatkan pengamanan lingkungan terutama menjaga rumah kosong yang ditinggal mudik. "Libatkan RT/RW dengan PAM Swakarasa ini perlu diberikan terutama di kota-kota yang akan ditinggal masyarakatnya DKI, Bandung, Surabaya, kota besar biasanya," tutur Tito.

Petugas dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram menaiki perahu karet untuk mencari korban kapal MT Kristin yang terbakar di pantai Loang Baloq, Mataram, NTB, Senin (27/3/2023). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO

Terakhir, Tito meminta Pemda siaga antisipasi bencana karena sekarang musim hujan sehingga rawan banjir dan longsor.

"Bisa terjadi juga bencana nonalam. Nonalam ini mulai dari wabah penyakit, sampai dengan gangguan kriminalitas, terorisme dan lain-lain," kata Tito.

"Khusus angkutan laut, yakinkan betul sediakan pelampung buat penumpang, hampir tiap tahun selalu ada kejadian. Ini terutama pelabuhan kecil, kapal kecil ini lebaran angkut penumpang sampai ke atapnya sehingga begitu ombak besar oleng, pelampung tidak ada, tenggelam, wafat," tutup Tito.