Tito Ingin Kirim Praja IPDN Belajar ke Luar Negeri: Lihat China Punya EV-Whoosh

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Whoosh. Foto: KCIC
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Whoosh. Foto: KCIC

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan keinginannya untuk mengirim lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke luar negeri sebanyak mungkin melalui program beasiswa. Ia berharap langkah ini bisa meniru strategi China yang berhasil mencetak lompatan teknologi dan membangun revolusi budaya lewat pendidikan global.

"Harapan kita, dengan pengiriman sebanyak-banyaknya, sekali lagi, anak-anak kita ke luar negeri mereka akan dapat wawasan yang lebih luas, wawasan internasional, jaringan internasional, dan kemudian membuat kultur yang baik, sehingga akan dapat membuat revolusi mental, revolusi budaya, mempengaruhi ASN lain yang 4 juta orang. Dan 4 juta orang bisa mempengaruhi 285 juta penduduk Indonesia. Itu adalah harapan kita di situ lah, pesan kita kepada adik-adik semua," ujar Tito saat pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXII Tahun 2025 di Kampus IPDN, Jatinangor, Senin (28/7).

Mendagri Tito Karnavian memberi sambutan saat melantik 1.608 Muda Praja IPDN Angkatan XXX tahun 2019. Foto: Dok. Kemendagri

Tito mengatakan program pengiriman ini telah berjalan melalui kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Ia menekankan pendidikan di luar negeri bukan untuk merendahkan kampus dalam negeri, melainkan untuk mendapatkan tiga manfaat utama, pengetahuan, jaringan internasional, dan pengalaman langsung dalam budaya negara-negara maju.

"Dengan tujuan tanpa bermaksud mendahului perguruan tinggi dalam negeri, di luar negeri akan dapat tiga, ya itu, knowledge ilmu pengetahuan, kemudian jaringan internasional, dan terjun langsung masuk dalam kultur yang peradaban yang lebih maju, peradaban negara-negara yang disiplin, antikorupsi, tepat waktu, dan lain-lain," ucap dia.

Hingga tahun 2024, sudah ada 50 lulusan IPDN yang berangkat menempuh studi S2 di luar negeri lewat skema LPDP. Sementara pada 2025, ada 27 peserta yang sedang dipersiapkan. Tito menargetkan pada 2026, sedikitnya 100 alumni IPDN dapat dikirim menempuh pendidikan lanjut di luar negeri.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melantik 1.110 orang Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII Tahun 2025 di Lapangan Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (28/7/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Tito menyoroti contoh negara-negara yang sukses melalui strategi serupa. Ia menyebut Singapura dan terutama China sebagai bukti nyata bahwa gelombang besar pelajar yang dikirim ke luar negeri sejak usia muda dapat membawa pulang transformasi besar bagi negara mereka.

"Tiongkok lebih maju lagi. Anak-anak terbaik lulusan SMP disekolahkan ke luar negeri negeri maju pada saat mereka SMA. Mereka berhasil SMA dibeasiswakan lagi S1, S2, S3, dan gelombangnya besar puluhan ribu. Ketika kembali, kita melihat bagaimana Tiongkok melompat dalam bidang teknologi," jelas dia.

"Ada electric vehicle, kendaraan listrik, misalnya. Salah satu termaju di dunia saat ini. High-speed train seperti Whoosh adalah salah satu yang tercepat di dunia. Belum lagi, teknologi lagi yang lain," tutur dia.

Hari ini, Tito melantik 1.100 Praja Muda IPDN. Sejatinya, pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, tapi batal karena harus menyiapkan pertemuan dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim.