Tito Karnavian Cerita Momen Menjadi Sipil

Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol (Purn) Muhammad Tito Karnavian melaksanakan serah terima jabatan dengan Menteri Dalam Negeri sebelumnya, Tjahjo Kumolo.
Di acara pisah sambut itu Tito menceritakan detik-detik saat ia ingin menjadi seorang sipil.
Tito menceritakan, tadi malam Selasa (22/10) banyak teman-temannya yang bertamu hingga pukul 00.00 WIB. Kedatangan teman-temannya itu hanya untuk menyaksikan Tito melepas seragam kepolisian dan mengenakan pakaian sipil biasa.
"Tadi malam di rumah saya juga sampai tengah malam jam 00.00 WIB masih ada rekan-rekan, teman-teman yang temanin saya di rumah, ini momentum yang tidak akan dilupakan, amanah yang diberikan Allah melalui Bapak Presiden membawa konsekuensi sebagai anggota kepolisian," kata Tito saat serah terima jabatan di Gedung Kemendagri, Jakarta, Rabu (23/10).
"Karena mengemban jabatan sipil saya harus berhenti sebagai bukan hanya sebagai Kapolri tapi juga anggota Polri. Jadi teman-teman semalam banyak di rumah sampai titik 00.00 WIB menunggu saya melepas baju Polri dan memakai baju biasa sebagai sipil," imbuh Tito.
Tito juga mengucapkan terima kasih kepada Tjahjo Kumolo karena telah memberikan pelajaran politik terhadap dirinya. Ia selalu ingat ketika bertemu dengan Tjahjo, politikus PDIP itu selalu memberi pesan dan analisis yang strategis berkaitan dengan politik.
"Pak Tjahjo senior saya, referensi saya, saya sering bertanya kepada beliau, beliau adalah guru besar politik di Indonesia. Saya tidak pernah lupa, setiap ketemu saya beliau memberi pesan-pesan strategis. Beliau membuktikan bagaimana keluasan pengetahuan beliau dan mampu memiliki kemampuan analisis yang sangat tajam dan itu jadi bahan belajar saya dari kemampuan Bapak Tjahjo Kumolo," ungkap Tito.
Tito akan langsung tancap gas mengemban tugas sebagai Mendagri. Meskipun jabatan ini sangat berbeda kulturnya dengan jabatan ia sebelumnya sebagai Kapolri.
"Bagi saya menjabat Mendagri ini jujur adalah hal baru bagi saya masuk ke dalam lingkungan yang sepenuhnya sipil, ada nilai-nilai yang berbeda dengan yang ada di kepolisian. Meskipun pengalaman tugas di kepolisian selama 32 tahun lebih panjang, pernah jadi Kapolda Papua dan Metro Jaya, pernah jadi kepala BNPT, kemudian Kapolri," pungkasnya.
