Tito Minta Daerah Anggarkan Mesin ADM Pencetak e-KTP: Kurangi Korupsi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Dalam Negeri RI Tito karnavian saat melakukan rapat bersama dengan Komite 1 DPD RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Dalam Negeri RI Tito karnavian saat melakukan rapat bersama dengan Komite 1 DPD RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Mendagri Tito Karnavian meresmikan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri atau ADM. Lewat mesin ini, masyarakat bisa mencetak dokumen kependudukan secara mandiri.

Tito mengatakan, adanya mesin ADM akan mempermudah pelayanan bagi publik. Dalam sambutanya, Tito mengapresiasi hasil kerja Ditjen Dukcapil dalam membuat terobosan pelayanan publik melalui mesin ADM. Tito juga meminta kepada para Kepala Daerah untuk melakukan pengadaan mesin ADM ini untuk mengurangi potensi korupsi.

"Ya kita minta semua daerah, semua daerah untuk melakukan pengadaan karena ini akan sangat bermanfaat untuk membantu para kepala daerah. Itu tadi mengurangi korupsi mempermudah masyarakat, masyarakat akan berterima kasih kepada kepala daerah, daerah melakukan ini," ujar Tito di acara peluncuran mesin ADM di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara, Senin (25/11).

Tito juga mengklaim, potensi korupsi dalam proses pencetakan dokumen bisa berkurang setelah ada mesin ADM. Hal itu lantaran minimnya interaksi antar penduduk dan petugas dukcapil.

"Dengan hilangnya sentuhan antara petugas dengan masyarakat maka otomatis potensi korupsi itu hampir bisa dikatakan hilang, dan kemudahan dalam hitungan menit semua bisa diakses dan bisa dinikmati oleh publik," kata Mantan Kapolri itu.

Mendagri Tito Karnavian di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (25/11). Foto: Maulana Ramadhan/kumparan

Terkait kehadiran mesin ADM ini, sambil bergurau, Tito mengatakan, mesin ADM ini menjadi kabar baik bagi publik namun kabar buruk bagi pegawai dukcapil.

"Bad news mungkin buat petugas dukcapil. Karena saya dengar dulu, dukcapil itu favorit di daerah, dulu. Dulu ada istilah kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah. Rebutan masuk dukcapil, supaya nanti orang berurusan panjang," ucapnya yang disambut tawa para hadirin.

"Mungkin rekan-rekan juga melihat, ini bukan tempat basah lagi kan, dulu," sambungnya.