TKN soal Jokowi Mau Bertemu Megawati: Silaturahmi, Tak Ada Urusan soal Survei

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPP Gerindra Andre Rosiade saat program talkshow Info A1 kumparan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP Gerindra Andre Rosiade saat program talkshow Info A1 kumparan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Andre Rosiade, menanggapi isu Presiden Jokowi yang mencoba membuka komunikasi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Andre menilai, jika pertemuan itu benar terjadi, tentu akan menjadi hal yang baik dalam politik dan demokrasi di Indonesia.

"Silaturahmi antar-tokoh bangsa, kan, bagus. Untuk kebaikan bangsa," kata Andre kepada wartawan, Senin (22/1).

kumparan post embed

Ia menepis isu Jokowi ingin bertemu Megawati untuk membahas Pilpres 2024. Jokowi disebut mengkhawatirkan hasil dari sejumlah lembaga survei mengenai elektabilitas paslon 02 yang mulai stagnan.

"Terkait Pak Jokowi apakah akan bertemu dengan Bu Mega, itu tidak ada urusannya soal survei-survei. Ini, kan, silaturahmi antar-tokoh bangsa. Kan bagus," ucap Andre.

"Jangan dihubungkan, kalau survei Pak Prabowo dan Mas Gibran itu stuck," pungkasnya.

Jokowi dan Maruf amin besama megawati di GBK. Foto: Dok. PDIP

Hubungan PDIP, Megawati dan Jokowi merenggang di Pemilu 2024. Sebab Jokowi dinilai berubah dan berbeda arah dengan PDIP.

Bahkan dalam HUT ke-51 PDIP pada (10/1), Megawati tidak menyinggung Jokowi dalam pidatonya. Jokowi juga tidak hadir dan lebih memilih mengunjungi Filipina.

Megawati justru menyoroti ketidakadilan hingga pengalaman PDIP ketika mendapat penindasan dan diskriminasi dari penguasa dalam pidatonya.

Sedangkan Jokowi terkahir kali hadir dalam acara PDIP pada Rakernas IV PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2023).

Megawati kala itu memuji Jokowi yang merupakan kader terbaik partai sudah dicalonkan sebanyak 5 kali oleh PDIP dalam berbagai jenjang.

Jokowi sudah dicalonkan menjadi Walkot Solo selama 2 periode dari PDIP, Gubernur DKI Jakarta, lalu Presiden 2 periode.