TNI Gelar Gladi Bersih HUT ke-80, Tampilkan Atraksi Alutsista-Defile Pasukan
·waktu baca 2 menit

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar gladi bersih persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 yang akan berlangsung Minggu (5/10). Rangkaian latihan ini menampilkan upacara militer, atraksi alutsista, hingga defile pasukan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (3/10).
Pantauan di lokasi, prajurit dari berbagai satuan TNI berjejer rapi dengan seragam lengkap bersenjata. Gladi bersih dipimpin langsung oleh Komandan Upacara Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi.
Tampak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Wakasad Letjen Muhammad Saleh Mustafa, serta sejumlah pejabat tinggi TNI. Dalam simulasi, peran Presiden dan Wakil Presiden dijalankan oleh prajurit TNI yang melakukan pemeriksaan pasukan.
“Tatapannya tajam, ikuti mata saya,” ujar Panglima TNI saat melewati barisan prajurit.
Rombongan pejabat TNI juga terlihat menumpangi mobil terbuka, di antaranya Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAU Marsekal M Tonny Harjono, dan KSAL Laksamana Muhammad Ali.
Setelah prosesi upacara, acara dilanjutkan dengan demonstrasi kemampuan alutsista dan operasi militer. Sejumlah pesawat F-16 Fighting Falcon milik TNI AU bermanuver di langit Monas, memperagakan simulasi serangan udara.
“Manuver bertujuan untuk melumpuhkan dan mengendalikan wilayah udara,” terang narator saat demo berlangsung.
Selain aksi udara, pasukan darat dari Kopasgat dikerahkan untuk mengatasi serangan kombatan bersenjata.
“Dalam serangan kali ini dikerahkan, tiga tank amfibi BMP-3F yang berhasil memukul mundur pasukan Kombatan,” sambung narator.
Atraksi berlanjut dengan pasukan berkuda TNI yang melakukan simulasi pembebasan sandera. Mereka melompati rintangan hingga kobaran api menggunakan kuda tempur.
“Menggunakan kuda tempur pasukan berkuda Indonesia bergerak dengan bebas dalam membebaskan sandera,” ucap narator.
Aksi kemudian ditutup dengan simulasi serbuan gedung, melibatkan pasukan penerjun payung, sniper, hingga drone Kamikaze yang mengintai posisi musuh. Kendaraan taktis bersenjata juga dikerahkan untuk mendukung serangan darat hingga proses penjinakan bahan peledak.
Sebagai penutup, seluruh satuan TNI melakukan defile pasukan. Berbagai brigade tampil, mulai dari Kopassus TNI AD hingga satuan-satuan elite lainnya.
