TNI Pastikan Kejar KKB Penembak Sopir di Papua, Tegaskan Perkuat Pengamanan

Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan TNI berkomitmen mengamankan setiap jengkal wilayah Indonesia, termasuk keamanan di Papua.
Hal itu disampaikan Nas merespons Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta yang meminta jangan hanya bergerak setelah terjadi penembakan.
“Iya, TNI selalu komit melaksanakan tugas pertahanan negara, komit mengamankan setiap jengkal tanah kita,” kata Nas saat TNI Fair di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9).
“Jangan sampai ada yang pengen keluar dari NKRI, itu nggak bener. Apapun perintah, kami laksanakan. TNI siap selalu paling depan,” lanjutnya.
Nas juga memastikan upaya pengejaran terhadap KKB yang melakukan penembakan yang menewaskan Aris Sanda, seorang sopir asal Toraja, di jalur Wamena-Mbua, Papua Pegunungan. Selain mengejar pelaku, TNI juga melakukan penguatan pengamanan untuk melindungi masyarakat.
“Tetap dilaksanakan. Penguatan pengamanan masyarakat, maupun pengejaran terhadap pelaku,” kata Nas.
Aris dilaporkan dihentikan dan disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebelum kemudian ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang terbakar.
TPNPB-OPM mengeklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Kelompok itu menyebut Aris sebagai agen intelijen yang menyamar sebagai sopir. Namun, tuduhan tersebut merupakan klaim dari pihak yang mengaku bertanggung jawab dan masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mengecam penembakan yang menewaskan Aris. Sukamta menegaskan apa pun tuduhan terhadap korban tidak dapat menjadi dasar untuk melakukan pembunuhan tanpa melalui proses hukum.
“Apa pun tuduhan terhadap korban, tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan pembunuhan di luar proses hukum. Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama,” ujar Sukamta dalam keterangannya, Kamis (17/9).
Sukamta meminta aparat keamanan melakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi kejadian, pelaku, serta motif penembakan. Ia juga meminta pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai dengan ketentuan hukum.
Ia secara khusus meminta pemerintah meningkatkan deteksi dini dan perlindungan di jalur transportasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Jangan hanya bergerak setelah terjadi penembakan. Pengamanan harus berbasis pencegahan, dengan memperkuat intelijen teritorial, deteksi dini, dan perlindungan masyarakat di titik-titik rawan,” kata Sukamta.
