TNI: Senjata AD Amerika Serikat yang Disegel Akan Dipakai saat Garuda Shield

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Senjata hingga Apache US Army disegel Bea Cukai Lampung. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Senjata hingga Apache US Army disegel Bea Cukai Lampung. Foto: Dok. Istimewa

Satu kontainer senjata milik Angkatan Darat Amerika Serikat disegel Bea Cukai Bandar Lampung. Senjata-senjata ini akan dipakai untuk latihan bersama Garuda Shield yang akan digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Lampung.

"Senjata-senjata itu akan digunakan untuk latihan dalam kegiatan Garuda Shield sehingga dilakukan pendataan dan pencocokan sebelum dibawa ke Puslatpur," kata Kepala Penerangan Korem 043/Gatam Mayor Cpm, Eva Y. Kamal, dikutip dari Antara, Minggu (24/7).

Eva mengatakan, senjata-senjata di dalam Tricon Container US Army tersebut telah diketahui oleh pihak-pihak terkait bahwa hal tersebut akan dipergunakan dalam latihan Garuda Shield.

"Ini bukanlah yang pertama kali dilakukan sebab sebelumnya sudah dilaksanakan beberapa latihan seperti ini. Dalam kegiatan ini, juga sudah ada siapa berbuat apa, bahkan yang punya wilayah pun Dandim sudah ada di sana, ini adalah kegiatan yang terencana," jelas dia.

Senjata hingga Apache US Army disegel Bea Cukai Lampung. Foto: Dok. Istimewa

Eva mengatakan, penyegelan ini terjadi karena masalah kelengkapan dokumen saja. Setelah dokumen lengkap segel bisa dibuka kembali dan senjata bisa digunakan sesuai dengan rencana.

"Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen kontainer tersebut karena memang harus tetap pengecekan dan pemeriksaan, baik saat berangkat maupun sampai di lokasi tujuan, dan tentunya sudah ada petunjuk perintah dari pusat," katanya lagi.

Supervisor Humas dan Pelayanan Pelanggan Pelindo II Panjang Lampung Frans Rahardian mengatakan bahwa senjata di dalam Tricon Container US Army memang tidak masuk dalam manifes kapal.

"Kontainer berisikan senjata barang tersebut tidak masuk dalam manifes kapal, seperti penumpang, barang bawaan, dan peralatan," kata Frans Rahardian.

kumparan post embed

Menurut dia, apabila kontainer senjata-senjata tersebut tidak ada manifesnya, terdapat sejumlah kemungkinan seperti melakukan administrasi ulang atau dipulangkan ke negara asalnya.

"Jadi, saya tekankan senjata-senjata hanya tidak ada manifesnya saja. Saat ini barang-barang sedang diurus oleh pihak TNI AD. Terkait dengan hasilnya bagaimana kami juga masih menunggu dari Korem," katanya.