TNI Tegaskan Kehadiran Prajurit di Lapangan Tak Ambil Alih Fungsi Polri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Foto: Puspen TNI
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Foto: Puspen TNI

Sejumlah prajurit TNI turun membantu mengamankan aksi berujung ricuh di Jakarta dan berbagai daerah lainnya. Terkait hal ini, TNI menegaskan hadir di tengah masyarakat bukan untuk mengambil alih pengamanan.

"Perlu ditegaskan, kehadiran prajurit TNI di lapangan tidak mengambil alih fungsi Polri, melainkan bentuk bantuan/dukungan sesuai permintaan resmi dari Polri, untuk memperkuat pengamanan bersama," kata Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, saat dihubungi, Kamis (4/9).

Kendaraan taktis TNI jenis panser yang disiagakan di depan pusat perbelanjaan Glodok Harco, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Freddy menegaskan, TNI turun membantu pengamanan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam tugas bersama dengan Polri di lapangan, koordinasi yang baik juga terus dijaga.

"Langkah ini semata-mata untuk memastikan situasi tetap aman, kondusif, serta memberikan rasa tenang kepada masyarakat," tutur dia.

Prajurit Yonif 400/Banteng Raiders Kodam IV/Diponegoro dan Babinsa berpatroli skala besar di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Senin (1/9/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Sejumlah anggota TNI lengkap dengan rantis sempat terparkir dan berjaga di pusat perbelanjaan hingga kantor kementerian. Freddy memastikan, setelah kondisi normal dan stabil, prajurit akan kembali ke satuan masing-masing.

"Begitu situasi dinilai normal dan stabil, secara bertahap prajurit TNI akan kembali ke satuannya masing-masing," ucap dia.

===

#JagaIndonesiaLewatFakta kumparan mengajak masyarakat lebih kritis, berperan aktif, bijak, dan berpegang pada fakta dalam menghadapi isu bangsa, dari politik, ekonomi, hingga budaya. Dengan fakta, kita jaga Indonesia bersama.