Tragedi Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo: Pilot Tewas, Pelaku Diduga KKB

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan pesawat AMA yang dibakar, dari udara. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan pesawat AMA yang dibakar, dari udara. Foto: Dok. Istimewa

Pesawat perintis milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dengan registrasi PK-RCY dibakar di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7).

"Pada pukul 09.15 WIT diperoleh informasi dari Kasi Jasa Bandara Nop Goliat Dekai (Yahukimo), Dedy Irawan, bahwa telah terjadi pembakaran pesawat AMA PK-RCY," demikian informasi yang diterima kumparan.

Informasi tersebut menyebutkan pilot atas nama Nicholas F. Goselin, telah dibunuh. Belum ada penjelasan dari Polri maupun TNI terkait ini.

Rute penerbangan pesawat tersebut adalah Wamena-Balinggama-Wamena. Ketika tiba di Bandara Ipdeheik, pesawat tersebut dibakar.

Kemenhub: Pilot Tewas

Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Kemenhub Lukman F Laisa di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/5/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pilot pesawat perintis itu meninggal dunia.

"Pilot pesawat atas nama Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia. Dugaan penyebab kejadian tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari aparat berwenang," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa dalam keterangannya.

Berdasarkan informasi awal yang diterima dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Lukman mengungkapkan, pesawat berangkat dari Bandar Udara Wamena pada pukul 06.30 WIT.

Pesawat dilaporkan mendarat di Lapangan Terbang Balinggama pada pukul 06.46 WIT. Setelah pilot melaporkan bahwa pesawat telah mendarat, komunikasi dari pos area di lapangan terbang tersebut dilaporkan terputus.

"Tidak diperoleh adanya informasi terkait kondisi keamanan di area sekitar lapangan terbang tersebut yang menunjukkan adanya situasi keamanan yang tidak kondusif," ucapnya.

Menurutnya, sebelum penerbangan dilaksanakan, informasi cuaca pada rute penerbangan dilaporkan dalam kondisi baik.

Bawa 7 Penumpang & 1 Pilot

Captain Nick Gosselin, Pilot pesawat AMA PK-RCY. Foto: Instagram/ @amapapua

“Berdasarkan informasi awal yang diterima dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, pesawat berangkat dari Bandar Udara Wamena pada pukul 06.30 WIT dengan membawa 1 orang pilot dan 7 penumpang,” kata Lukman.

Saat ini, PT AMA bersama UPBU Kelas I Wamena dan instansi terkait masih melakukan pendalaman serta verifikasi kronologi kejadian untuk memastikan seluruh fakta di lapangan.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini serta akan terus berkoordinasi dengan operator penerbangan, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait guna memperoleh informasi yang akurat serta memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan sesuai ketentuan," paparnya.

Pelaku Diduga KKB

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo. Foto: Dok. Istimewa

Satgas Operasi Damai Cartenz menduga pembakaran pesawat itu dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan dugaan itu muncul karena kecil kemungkinan warga sipil menyerang satu-satunya sarana transportasi yang menjadi akses masyarakat Balinggama ke wilayah lain.

“Patut diduga ya. Karena kalau masyarakat sipil biasa, kayaknya enggak mungkin mereka akan melakukan penyerangan terhadap satu-satunya sarana transportasi yang dapat menjadi penghubung masyarakat di Balingga ke dunia luar gitu,” kata Yusuf kepada wartawan.

Kondisi alam di Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026), tatkala pesawat AMA dibakar. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Yusuf, transportasi udara menjadi akses vital bagi warga di wilayah tersebut karena kondisi geografis Papua yang sulit dijangkau jalur darat.

“Karena masyarakat sipil terutama pasti akan membutuhkan sarana itu. Jadi patut diduga. Kita belum bisa pastikan karena kita belum mendatangi TKP, belum olah TKP, belum mengumpulkan keterangan dan barang bukti yang ada,” ujarnya.

Yusuf mengatakan, pihaknya telah memetakan situasi di lokasi dan menyiapkan langkah evakuasi. Satgas Damai Cartenz berencana menuju lokasi pada Jumat (3/7) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan.

“Kurang lebih tiga peleton,” ujar Yusuf saat ditanya jumlah personel yang diterjunkan.