Trauma Healing, Anak-anak Korban Banjir Diajak Berdongeng dan Bermain

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim psikososial Kemensos, menghibur anak-anak Cipinang Melayu korban banjir Foto: Ulfa Rahayu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tim psikososial Kemensos, menghibur anak-anak Cipinang Melayu korban banjir Foto: Ulfa Rahayu/kumparan

Anak-anak korban banjir di perkampungan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, dihibur oleh tim Kampung Dongeng Indonesia. Tim mengumpulkan anak-anak di tenda psikososial yang didirikan Kementerian Sosial di posko pengungsian Universitas Borobudur, Jakarta Timur.

Mereka mendengarkan dongeng dari Founder Kampung Dongeng Indonesia, Awan Prakoso. Cara tersebut merupakan upaya trauma healing bagi anak-anak korban banjir.

Mereka ikut bernyanyi dan bermain games bersama. Beberapa anak yang sejak pagi terus merajuk karena merasa tidak nyaman tampak ikut tertawa dan bersenang-senang.

Mumu, salah satu tim pendongeng mengatakan, pentingnya penanganan psikososial untuk anak-anak korban bencana.

"Anak-anak kan emosinya tidak bisa diterka bencana bisa membuat emosi mereka sensitif seperti tidak mudah percaya sama orang lain, susah berkomunikasi," kata Mumu, di lokasi, Kamis (2/1).

Anak-anak Cipinang Melayu korban banjir. Foto: Ulfa Rahayu/kumparan

Mumu mengatakan, trauma dari bencana bisa membuat anak-anak kehilangan semangat dan menghambat tumbuh kembang anak. Karena itu mereka berfokus mengembalikan semangat dan mengajak anak-anak untuk bersenang-senang di tengah keterbatasan pengungsian.

"Pesan kami dalam dongeng dan cerita-cerita ke anak-anak adalah, bencana, musibah itu jangan sampai membuat mereka jadi anak yang lemah, harus kuat," tutur Mumu.

kumparan post embed

Selain dari Komunitas Kampung Dongeng Indonesia ada juga anak pramuka dari Kodim 005 Jakarta Timur, dan Tim dukungan Psikososial Kementerian Sosial.

"Anak ini kan sedang libur sekolah, saat mereka kembali nanti kan teman-temannya dipenuhi dengan cerita liburan jalan-jalan sedangkan mereka terkena bencana. Itu bisa menjadi beban psikis mereka," kata Tubagus Zainal tim dari Tim Dukungan Psikososial Kemensos.

"Jadi dengan begini mereka juga punya cerita happy yang dibawa ke sekolah nanti," kata Tubagus.

Sejak siang hingga sore hari anak-anak terlihat bersenang-senang dengan para relawan.

Tim psikososial Kemensos, menghibur anak-anak Cipinang Melayu korban banjir Foto: Ulfa Rahayu/kumparan

Tubagus bersama Tim Dukungan Psikososial berdongeng di siang hari sekitar pukul 12.00 WIB. Lalu kegiatan di lanjutkan dengan bermain games ular tangga oleh anggota pramuka, serta dongeng dan bermain dengan Komunitas Kampung Dongeng Indonesia di sore hari.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga mengatakan akan menurunkan tim khusus untuk kesehatan jiwa, terutama kesehatan psikologi anak-anak.

"Tim trauma healing ada TNI dan polri juga saya ajak, ini kerjasama sipil militer, sukarelawan, LSM, semua kita kerahkan," ujar Terawan.