Trump Tak Dipercaya, Bon Jovi Jadi Sosok Inspiratif Perangi Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Donald Trump dan Bon Jovi.
 Foto: AFP/Nicholas Kamm dan Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Donald Trump dan Bon Jovi. Foto: AFP/Nicholas Kamm dan Getty Images

Tak ada yang menyangka, Amerika Serikat bisa begitu telak dihantam pandemi virus corona. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu sekitar tiga bulan, si digdaya kini menjadi negara paling parah terdampak corona di dunia.

Hingga kini, AS tercatat memiliki lebih dari 1,3 juta kasus positif corona dengan 80 ribu lebih orang meninggal dunia.

Salah satu yang dipercaya menjadi penyebab meroketnya jumlah kasus corona di AS adalah warganya yang bebal. Mereka tetap menggelar pesta dan berkerumun di tempat umum meski.

Tak hanya itu, warga di sejumlah negara bagian bahkan melakukan demonstrasi terhadap kebijakan gubernur terkait imbauan di rumah aja sekaligus pembatasan aktivitas ekonomi. Bagi mereka, perekonomian tak boleh terganggu karena corona.

Menyusul derasnya desakan untuk mencabut imbauan berdiam di rumah, gubernur di sejumlah negara bagian kini memiliki cara lain. Mereka, baik secara langsung maupun tidak, mendaulat seorang sosok inspiratif untuk mengajak warganya melawan corona.

Seperti yang dilakukan Gubernur New Jersey, Phil Murphy, yang secara tak langsung menjadikan musisi Bon Jovi untuk mengajak warganya berdiam di balik pintu rumah masing-masing selama pandemi ini.

“Mengutip ikon New Jersey, Jon Bon Jovi, ‘Siapa yang bilang Anda tidak bisa pulang ke rumah?’” ujar Murphy mengalamatkan pernyataannya kepada penderita penyakit COVID-19 yang berhasil sembuh.

Dipilihnya Bon Jovi bukannya tanpa alasan. Musisi yang terkenal dengan salah satu lagunya 'Livin' On A Prayer' ini aktif mengkampanyekan imbauan berdiam di rumah sejak wabah corona menghantam dunia.

Bon Jovi mengaku sudah awal memutuskan untuk berdiam di rumahnya di New Jersey untuk mengikis penyebaran corona. Dia hanya pergi ke restorannya untuk memberikan makanan secara cuma-cuma bagi mereka yang membutuhkan.

"Apa yang saya lakukan hanyalah berada di dapur dengan para koki dan manajer restoran. Saya di dapur mencuci piring. Saya tidak melakukan kontak dengan orang asing selain mereka yang keluar dan masuk ke restoran. Jadi, kami mempraktikkan social distancing," ucap Bon Jovi dalam acara 'The Howard Stern Show' beberapa waktu lalu.

Tak hanya musisi, para gubernur juga menjadikan sosok lain inspirasi untuk memerangi corona. Mulai dari Presiden AS ke-32 Franklin Delano Roosevelt, mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, hingga film animasi ‘Frozen’.

Sejarawan kepresidenan AS dari Universitas New York, Timothy Naftali, mengatakan keberadaan sosok inspiratif yang kerap mewarnai televisi dan media sosial melalui berbagai kampanyenya tersebut telah mengambil alih posisi yang seharusnya diisi oleh Donald Trump.

Presiden AS Donald Trump melihat masker dari hasil produksi pabrik masker di Phoenix, Arizona, AS. Foto: REUTERS/Tom Brenner

Menurutnya, Trump gagal mengambil posisi tersebut menyusul sikapnya yang kerap menyerang lawan politik, mengampanyekan obat penawar yang tak terbukti secara klinis, dan tak menunjukkan empati terhadap pasien dan korban COVID-19.

Ya, berkali-kali, Trump cuek ketika belahan dunia lain telah megap-megap menghadapi serangan corona. Belakangan, Trump gencar menyerang China terkait asal muasal virus corona, yang dinilai intelijen Jerman hanya sebagai akal-akalnya untuk mengalihkan isu atas ketidakmampuannya menangani corona.

Mantan politisi dari Demokrat, Robert Shrum, menilai pemimpin tak hanya bisa tampil di muka publik untuk menginspirasi, tetapi juga untuk membantu membangun kepercayaan kepada masyarakat.

“Saya pikir Trump tidak mengerti itu semua. Padahal, sikap seperti itu yang memberikan orang harapan ketika berada di masa kelam,” kata Shrum.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.