Trump Tebar Ancaman Usai Korut Gelar Parade Anti-AS

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Donald Trump di Alabama. (Foto: REUTERS/Marvin Gentry)
zoom-in-whitePerbesar
Donald Trump di Alabama. (Foto: REUTERS/Marvin Gentry)

Hanya dua hari setelah Donald Trump mengejek Kim Jong Un dengan sebutan “Rocket Man” yang tengah berada dalam “misi bunuh diri”, Korea Utara menggelar parade anti-Amerika Serikat yang diikuti oleh lebih dari 100 ribu warganya.

Parade tersebut ditayangkan oleh stasiun televisi negara, KRT, Minggu, (24/9), menunjukkan ribuan warga Korut memadati alun-alun Kim Il Sung di Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Dalam parade tersebut, warga mendengarkan pidato dari beberapa pejabat Korut yang mencela AS dan antek-anteknya di Asia.

Di parade yang sama, warga Korut membawa spanduk-spanduk agresif yang mendukung retorika Kim Jong Un untuk segera menghajar AS dengan rudal-rudal buatannya.

Slogan-slogan macam “serangan balasan mutlak” dan “mati kau imperialis Amerika” terpampang jelas dalam poster yang dibawa para peserta parade. Selain itu, Korean Central News Agency (KCNA) juga menyebut bahwa peserta parade terus meneriakkan tuntutan-tuntutan macam “kehancuran total” bagi AS.

Parade Anti-Amerika Serikat di Korut (Foto: KCNA/via REUTERS)
zoom-in-whitePerbesar
Parade Anti-Amerika Serikat di Korut (Foto: KCNA/via REUTERS)

“Kami tengah menunggu waktu yang tepat untuk menggelar pertempuran akhir dengan AS dan akan menghapuskannya dari peta dunia,” ucap Ri Il Bae, komandan Pasukan Merah Korut, Minggu (24/9) seperti dikutip dari Reuters. “Ketika Pemimpin Agung Kim Jong Un memberikan kami perintah, kami akan langsung menghancurkan AS dan antek-anteknya.”

Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump kembali menghangatkan perang urat syaraf dengan pemimpin Korea Utara. Ia menyebut pejabat-pejabat Korut itu tak akan lama lagi menikmati kebebasan menghina Trump.

X post embed

“Kalau ia (Menlu Yong Ho) terus menyuarakan pemikiran Si “Little Rocket Man”, mereka tak akan di sini lebih lama lagi,” ucap Trump, Minggu (24/9).

Tweet Donald Trump tersebut berawal dari komentar Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho di Sidang Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), yang pada Jumat (22/9) lalu menyebut ancaman rudal Korut ke AS merupakan hal tak terhindarkan. Tak hanya itu, Menlu Ri Yong Ho juga menyebut Trump sebagai “Mr President Evil”.

Pernyataan Ri Yong Ho tersebut membalas ucapan Trump sehari sebelumnya, di mana Trump mengatakan akan melakukan "penghancuran penuh” terhadap negara dengan 26 juta penduduk tersebut. Yong Ho juga menyebut bahwa respon-respon gila Trump terhadap posisi Korut menunjukkan bahwa jalan yang selama ini diambil Korea Utara adalah benar.

"Adalah harapan yang tak masuk akal, mereka yang berpikir bahwa Korut akan terguncang dan berubah pikiran karena sanksi dan perlakuan agresif dunia," ucap Yong Ho di Sidang Umum PBB, Sabtu lalu.