Trump Tepis Tudingan Biden soal Rencana Tunda Pemilu AS: Itu Propaganda

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menepis tudingan yang disampaikan oleh calon Presiden Amerika Serikat Joe Biden soal rencana penundaan Pemilu AS karena pandemi virus corona.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (27/4), Trump menegaskan tidak ada niat untuk menunda atau mengundur Pemilu AS. Ia memastikan Pemilu AS tetap berjalan pada November 2020.
"Aku bahkan tidak pernah berpikir untuk mengubah tanggal pemilihan. Mengapa aku melakukan itu?" kata Trump dikutip dari AFP, Selasa (28/4).
Trump yang juga merupakan capres dari Partai Republik bahkan mengatakan tidak sabar menghadapi pemilu. Ia menambahkan isu penundaan Pemilu AS merupakan propaganda yang sengaja dibuat oleh pendukung Biden.
"Saya menantikan pemilihan itu, dan itu hanya propaganda yang dibuat-buat. Bukan oleh dia (Biden), tetapi oleh beberapa dari banyak orang yang bekerja untuk Biden," ucap Trump.
Di akhir pernyataanya, Trump kembali menegaskan dirinya tidak mempunyai kewenangan sepihak untuk menunda Pemilu AS. Sejauh ini, pelaksanaan Pemilu masih sesuai jadwal yakni 3 November.
Sebelumnya, Joe Biden menuding rivalnya di Pilpres AS, Donald Trump, akan mencoba menunda pemilihan umum yang akan diselenggarakan di tengah pandemi virus corona. Menurut Biden, ini adalah salah satu taktik Trump yang menggunakan segala cara untuk menang pemilu.
"Catat kata-kata saya: Saya kira dia (Trump) akan mencoba menunda pemilu bagaimanapun caranya, membuat alasan mengapa pemilu tak bisa digelar," kata Biden.
Kekhawatiran ini tidak hanya disampaikan Biden, tapi juga oleh para politikus Partai Demokrat. Mereka mengatakan Trump berpotensi menunda pilpres atau menolak mundur jika kalah dalam pemilu.
Secara praktiknya, penundaan pemilu di Amerika Serikat bisa diusulkan oleh presiden namun kemungkinan berhasil sangat kecil karena tanggal pemilu telah ditetapkan oleh undang-undang federal. Harus ada persetujuan Kongres untuk menundanya, dan kemungkinan akan memunculkan gugatan di pengadilan.
Sejauh ini tercatat jumlah warga AS yang terinfeksi virus corona mencapai 985 ribu orang. Sementara pasien yang sembuh ada 110 ribu, dan pasien yang meninggal mencapai 55 ribu orang.
-----
Simak panduan lengkap dalam menghadapi pandemi corona dalam Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
