Trump: Tuhan Buat Keputusan Larangan Aborsi di Amerika Serikat

25 Juni 2022 11:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam rapat umum untuk memperebutkan sertifikasi hasil pemilihan presiden AS 2020 oleh Kongres AS, di Washington, AS, Rabu (6/1/2021). Foto: JIM BOURG/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam rapat umum untuk memperebutkan sertifikasi hasil pemilihan presiden AS 2020 oleh Kongres AS, di Washington, AS, Rabu (6/1/2021). Foto: JIM BOURG/REUTERS
ADVERTISEMENT
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meyakini pencabutan hak untuk aborsi oleh Mahkamah Agung AS pada Jumat (24/6/2022) merupakan keputusan dari Tuhan.
ADVERTISEMENT
"Tuhan yang membuat keputusan itu," ujar Trump, dikutip dari AFP, Sabtu (25/6/2022).
"[Keputusan] ini mengikuti Konstitusi, dan mengembalikan hak yang seharusnya diberikan sejak lama," lanjut dia.
AS mengadopsi jaminan kebebasan untuk menjalani aborsi dengan putusan penting Roe v. Wade pada 1973.
Namun, Mahkamah Agung AS telah menghapuskan perlindungan hukum selama lima dekade terakhir itu.
Alhasil, masing-masing negara bagian dapat membatasi atau melarang aborsi.
Trump menyinggung peran Tuhan atas keputusan itu, tetapi dia kemudian memuji dirinya sendiri pula.
Menimpali pertanyaan perihal peranannya, Trump mengingatkan tentang pencalonan tiga hakim agung konservatif ke pengadilan saat dia menjabat sebagai presiden ke-45.
Potongan bergambar Hakim Mahkamah Agung Samuel Alito, Amy Coney Barrett, Clarence Thomas, Neil Gorsuch, John Roberts dan Brett Kavanaugh berdiri di luar Mahkamah Agung Amerika Serikat , di Washington, AS, Jumat (24/6/2022). Foto: Jim Bourg/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Potongan bergambar Hakim Mahkamah Agung Samuel Alito, Amy Coney Barrett, Clarence Thomas, Neil Gorsuch, John Roberts dan Brett Kavanaugh berdiri di luar Mahkamah Agung Amerika Serikat , di Washington, AS, Jumat (24/6/2022). Foto: Jim Bourg/REUTERS
"Keputusan hari ini, yang merupakan kemenangan terbesar untuk Kehidupan dalam satu generasi hanya dimungkinkan karena saya memberikan segala sesuatu seperti yang dijanjikan, termasuk mencalonkan dan mendudukkan tiga Konstitusionalis yang sangat dihormati ke Mahkamah Agung Amerika Serikat," tulis pernyataan Trump.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk melakukannya!" seru dia.
Kekuasaan Trump selama empat tahun menyaksikan penunjukan tiga hakim agung konservatif yang mengubah haluan Mahkamah Agung AS. Mereka adalah Neil Gorsuch, Brett Kavanaugh dan Amy Coney Barrett.
Kaum konservatif menutup mata dari gaya hidup Trump saat dia terpilih sebagai presiden pada 2016. Sebab, mereka meyakini, Trump akan menjadi juara di medan perang utama mereka, yakni peradilan.
Meski Trump tak lagi berkuasa, kini taruhan mereka terbukti terbayar. Pencalonannya telah mendorong Mahkamah Agung AS untuk mencabut hak aborsi.
"Meskipun Kiri Radikal melakukan segala daya mereka untuk menghancurkan Negara kita, Hak Anda dilindungi, Negara dipertahankan, dan masih ada harapan dan waktu untuk Menyelamatkan Amerika!" ujar Trump.
Wakil Presiden AS Mike Pence memberikan tanggapan saat debat kampanye wakil presiden di kampus Universitas Utah, Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, (7/10). Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden AS Mike Pence memberikan tanggapan saat debat kampanye wakil presiden di kampus Universitas Utah, Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, (7/10). Foto: REUTERS
Mantan Wakil Presiden AS, Mike Pence, turut menanggapi putusan dari Mahkamah Agung AS. Dia memuji keputusan para hakim di mayoritas atas 'keberanian' dan 'keyakinan' mereka.
ADVERTISEMENT
Namun, Pence membuat usulan yang melangkah lebih jauh. Pence menyerukan larangan nasional atas prosedur aborsi.
"Adalah kewajiban semua orang yang menghargai kesucian hidup untuk memutuskan bahwa kita akan membela yang belum lahir dan dukungan untuk wanita dalam kehamilan krisis ke setiap negara bagian Capitol di Amerika," tegas Pence.
"Setelah diberi kesempatan kedua untuk Hidup ini, kita tidak boleh beristirahat dan tidak boleh mengalah sampai kesucian hidup dikembalikan ke pusat hukum Amerika di setiap negara bagian di negeri ini," imbuh dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020