Tunisia Bantah Kapal yang Akan Bawa Greta Thunberg ke Gaza Diserang Drone
·waktu baca 2 menit

Global Sumud Flotilla (GSF) mengungkap salah satu kapal utama mereka, "Family Boat", diserang oleh drone di perairan Tunisia. Seluruh 6 penumpang dan kru selamat dalam serangan tersebut.
Berbeda dari pernyataan Global Sumud Flotilla dan relawan yang ada di kapal saat kejadian, otoritas Tunisia mengatakan ledakan itu berasal dari dalam kapal. Dikutip dari Reuters, Selasa (9/9), juru bicara Garda Nasional Tunisia dalam wawancara dengan radio Mosaique FM mengatakan bahwa serangan drone terhadap kapal tersebut tidak berdasar.
Sementara itu, GSF mengatakan kapal berbendera Portugal itu mengalami kerusakan akibat kebakaran di dek utama dan ruang penyimpangan di bawahnya.
GSF mengatakan penyelidikan atas serangan drone tersebut sedang berlangsung dan hasilnya akan dirilis segera.
"Tindakan agresi yang bertujuan mengintimidasi dan menggagalkan misi kami tidak akan menghalangi kami. Misi damai kami untuk mengakhiri pengepungan di Gaza dan berdiri dalam solidaritas dengan rakyatnya terus berlanjut dengan tekad dan tekad yang kuat," kata GSF.
Flotilla merupakan inisiatif internasional yang akan mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui kapal sipil yang didukung oleh delegasi dari 44 negara, termasuk aktivis Swedia Greta Thunberg dan politisi sayap kiri Portugal Mariana Mortagua.
Setelah serangan itu, puluhan orang berkumpul di luar pelabuhan Sidi Bou Said, tempat kapal itu berlabuh. Mereka membawa bendera Palestina dan meneriakkan "Bebaskan Palestina".
Israel memberlakukan blokade laut sejak Hamas menguasai Gaza pada 2007. Menurut Israel, blokade itu dilakukan untuk mencegah senjata mencapai Hamas.
Blokade tetap berlaku selama berbagai konflik, termasuk saat operasi militer Israel yang dilakukan di Gaza sejak Oktober 2023 yang lalu.
Operasi militer Israel di Gaza menewaskan lebih dari 64 ribu warga Palestina dan sebagian besar penduduknya menderita kelaparan.
Israel juga pernah menyergap dan menahan kapal yang membawa Greta Thunberg dan aktivis lainnya pada Juni lalu. Israel menganggap kapal bantuan itu sebagai aksi propaganda untuk mendukung Hamas.
