News
·
1 Agustus 2021 17:15
·
waktu baca 4 menit

Turun atau Naik? ini Data Level PPKM di 34 Provinsi dalam Sepekan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Turun atau Naik? ini Data Level PPKM di 34 Provinsi dalam Sepekan (60679)
searchPerbesar
Petugas kemanan berjalan di dalam gerbong MRT di Jakarta, Sabtu (31/7/2021). Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto
Senin (2/8) akan menjadi hari terakhir dari masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 dan Level 3 yang diperpanjang tepat satu minggu lalu. Hal tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh Jokowi sepekan lalu.
ADVERTISEMENT
"Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, ekonomi, dan dinamika sosial, saya memutuskan meneruskan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 26 Juli sampai 2 Agustus 2021," kata Jokowi dalam jumpa pers di Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (25/7), Minggu (25/7).
Adapun, sampai sejauh ini belum diketahui kabar lebih lanjut terkait masa akhir yang akan jatuh pada tanggal 2 Agustus nantinya itu. Untuk itu menarik untuk melihat bagaimana perkembangan level PPKM di 34 provinsi Indonesia selama sepekan terakhir.
Sebelumnya, sejumlah indikator untuk memetakan PPKM level 1 sampai 4 di tingkat kota/kabupaten pun telah ditetapkan. Sebagai contoh, PPKM level 4 ditentukan dengan indikator sebagai berikut:
Kasus konfirmasi: >150/100.000 penduduk/minggu
Perawatan RS:>30/100.000 penduduk/minggu
Kematian: >5/100.000 penduduk/minggu
Indikator kapasitas respons
ADVERTISEMENT
Testing - positivity rate: >15 %
Tracing - kontak erat per kasus konfirmasi:<5
BOR: 80%
Berdasarkan indikator tersebut, kami mencoba menghitung level di 34 provinsi dengan dua indikator di atas. Yakni, indikator kasus konfirmasi dan kematian. Level di provinsi dipilih lantaran data kota/kabupaten sulit diakses.
Yuk, lihat hasilnya.

Memetakan Data

Pemetaan data dilakukan dengan dua metode. Pertama, berdasarkan populasi. Dalam epidemiologi, hitung-hitungan ini berguna untuk membandingkan dampak suatu jenis penyakit di suatu wilayah dengan wilayah lain dalam periode tertentu.
Sebagai contoh, kasus corona di Jawa Barat bisa saja sangat tinggi. Namun, jumlah populasi di provinsi tersebut juga tinggi.
Oleh sebab itu, membandingkan penularan corona di Jawa Barat dengan provinsi lain seperti Gorontalo harus menggunakan skala per 100 ribu penduduk.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, misalnya, populasi di Jawa Barat pada tahun 2020 mencapai 48,2 juta penduduk. Sementara itu, populasi di Gorontalo mencapai 1,1 juta penduduk. Terlihat jelas bahwa populasi di Jawa Barat berjumlah sekitar 47 kali lipat dari populasi Gorontalo.
Turun atau Naik? ini Data Level PPKM di 34 Provinsi dalam Sepekan (60680)
searchPerbesar
Gedung Badan Pusat Statistik. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Kedua, indikator tersebut juga harus dihitung berdasarkan waktu. Waktu di sini merujuk pada rentang waktu infeksi atau jumlah kematian dalam periode satu minggu.
Sebagai contoh, kasus corona di Jawa Barat dalam satu minggu terakhir ada di angka 54 ribu. Sementara di provinsi lain seperti Gorontalo, misalnya, penularan dalam satu minggu ada di angka 486 kasus.
Maka dari itu, data populasi tiap provinsi dan kasus positif corona serta kematian dalam waktu sepekan itulah yang akan jadi pegangan kita. Hasilnya akan kita klasifikasikan berdasarkan level-level yang sudah ditentukan pemerintah sebelumnya.
ADVERTISEMENT

Level di Konfirmasi Positif

Apabila sudah mendapatkan datanya, hal yang perlu dilakukan adalah pemetaan data seperti berikut.
Setelah itu, data dihitung dengan rumus di bawah ini.
(Kasus positif seminggu/Populasi penduduk di satu provinsi) x 100.000
Hasil dari perhitungan itu bisa dicocokkan dengan level-level PPKM yang ditentukan oleh pemerintah.
Hasilnya sebagai berikut:

Level 4 (>150/100.000 penduduk/minggu)

Berdasarkan data di bawah ini, 8 provinsi di Indonesia untuk PPKM-nya berada di level 4. Sedangkan, cara baca datanya, yaitu ada 460,24 kasus konfirmasi positif di Kalimantan Utara per 100 ribu penduduk dalam seminggu terakhir.

Level 3 (50-150/100.000 penduduk/minggu)

Provinsi di Indonesia mendominasi PPKM pada level 3 dengan jumlah 20 provinsi. Jumlah provinsi yang jatuh ke dalam kategori PPKM Level 3 di pekan ini justru lebih banyak jika dibandingkan dengan perhitungan sepekan sebelumnya yang berjumlah 17 provinsi
ADVERTISEMENT
Di level ketiga ini, posisi pertama yang sebelumnya ditempati Papua Barat, kini digeser oleh Sulawesi Tengah dengan angka 133,87 yang terkonfirmasi positif corona per 100 ribu penduduk dalam sepekan.

Level 2 (20-50/100.000 penduduk/minggu)

Di level 2 kali ini hanya diisi dengan 6 provinsi dari 8 provinsi yang mengisinya di sepekan yang lalu. Posisi awalnya pun kali ini ditempati Papua dengan angka 49,91 konfirmasi positif corona per 100 ribu penduduk dalam sepekan.

Level 1 (<20/100.000 penduduk/minggu)

Level yang mengindikasikan kondisi kasus konfirmasi corona paling rendah ini, berdasarkan hitungan sekarang, justru tidak diisi oleh provinsi manapun.
Terakhir provinsi Aceh yang mengisi posisi ini sebelum akhirnya naik level ke level 2.

Level di Kasus Kematian

ADVERTISEMENT
Selanjutnya, data dihitung dengan cara sebagai berikut:
(Kasus kematian seminggu/Populasi penduduk di satu provinsi) x 100.000
Berikut uraian hasilnya:

Level 4 (>5/100.000 penduduk/minggu)

Menurut data di bawah ini, posisi teratas masih ditempati oleh Yogyakarta dengan terdapat 14,56 kasus kematian per 100 ribu penduduk dalam satu minggu terakhir.
Jumlah provinsi yang mengisi level ini pun bertambah menjadi 11 dari yang sebelumnya adalah 8 provinsi.

Level 3 (2-5/100.000 penduduk/minggu)

Dalam sepekan ini setidaknya ada 11 provinsi yang masuk ke dalam kategori PPKM Level 3 dari jumlahnya yang hanya diisi 3 provinsi di sepekan sebelumnya.

Level 2 (1-2/100.000 penduduk/minggu)

Beginilah nama-nama provinsi yang masuk di Level 2 pada pekan ini. Setidaknya, setengah dari jumlah provinsi yang sebanyak 14 pada pekan sebelumnya meninggalkan level ini dalam sepekan ini.
ADVERTISEMENT

Level 1 (1/100.000 penduduk/minggu)

Tidak ada
Namun, terdapat beberapa provinsi Indonesia yang memiliki hasil olah data di bawah 1.
Meski begitu, penghitungan akhir level-level PPKM akan tetap dilakukan pemerintah dengan mempertimbangkan indikator lain. Yakni, kapasitas respons, testing-positivity rate, tracing-kontak erat per kasus konfirmasi, dan BOR: 80%
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020