News
·
7 Oktober 2020 1:43

Twitter Sembunyikan Cuitan Trump karena Samakan COVID-19 dengan Flu

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Twitter Sembunyikan Cuitan Trump karena Samakan COVID-19 dengan Flu (89361)
Presiden AS Donald Trump melepas masker saat tiba di Gedung Putih sekembalinya dari Walter Reed Medical Center, tempat dia menjalani perawatan untuk Covid-19. Foto: Nicholas Kamm/ AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah keluar dari Rumah Sakit Militer Walter Reed sejak Senin (5/10) sore. Kini Trump menjalani isolasi mandiri di Gedung Putih sambil tetap bekerja.
ADVERTISEMENT
Baru beberapa jam keluar dari rumah sakit Trump kembali membuat heboh masyrakat pada Selasa (6/10). Sebab ia membandingkan COVID-19 dengan penyakit flu biasa.
Dalam cuitannya di akun Twitternya, Trump mengatakan banyak masyarakat yang terjangkit penyakit flu. Oleh sebab itu, ia menilai COVID-19 tidak jauh berbeda dengan flu, sehingga masyarakat harus bisa hidup berdampingan dengan COVID.
"Musim flu akan datang! Banyak orang setiap tahun, terkadang lebih dari 100.000 (terjangkit) dan meskipun ada vaksin (tetap) meninggal karena flu," tulis Trump dikutip Rabu (7/10).
"Apakah kita akan menutup negara kita? Tidak, kami telah belajar untuk hidup dengannya, sama seperti kami belajar hidup dengan COVID, di sebagian besar wilayah itu jauh lebih mematikan," tambahnya.
ADVERTISEMENT

Twitter Sembunyikan Cuitan Donald Trump

Namun tidak lama setelah itu, pihak Twitter memutuskan menyembunyikan cuitan Trump. Twitter menilai pernyataan Trump dapat menyesatkan publik karena memberikan informasi yang salah terkait COVID-19.
"Menyebarkan informasi yang menyesatkan dan berpotensi berbahaya terkait dengan COVID-19" tulis Twitter.
Meski cuitan Trump sudah disembunyikan oleh Twitter, masyarakat masih dapat melihat cuitan itu. Namun mereka tidak bisa melakukan retweet, like termasuk membalas cuitan itu.

Bukan Kali Pertama

Mengenai cuitan Trump yang disembunyikan oleh Twitter sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Beberapa kali perusahaan teknologi berbasis di San Fransisco itu menyembunyikan cuitan Trump karena dinilai memberikan informasi yang salah.
Terkahir pada akhir Mei lalu, cuitan Donald Trump soal kerusuhan di Minneapolis disembunyikan oleh Twitter.
ADVERTISEMENT
Dalam cuitannya, Trump menuduh para pendemo sebagai gangster karena melakukan pembakaran dan penjarahan dan tak ragu memerintahkan kepolisian atau militer untuk menembak mereka.
Tidak lama setelah itu, Twitter menandainya sebagai ‘mendukung kekerasan’ dan lalu menyembunyikan cuitan Trump itu.