UEA Tepis Tiga Drone, Satu Jatuh di Dekat PLTN Picu Kebakaran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bendera UEA. Foto: BreizhAtao/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bendera UEA. Foto: BreizhAtao/Shutterstock

Pemerintah Uni Emirates Arab (UEA) menepis serangan tiga drone yang mengarah dari perbatasan sisi barat pada Minggu (17/5) waktu setempat.

Serangan drone itu memicu kebakaran di dekat sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Mereka menyebut tidak ada korban luka maupun dampak terhadap tingkat radiasi.

Kementerian Pertahanan UEA menyebut, proyektil tersebut menghantam generator listrik di luar perimeter dalam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah di wilayah Al Dhafra.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber serangan, dan perkembangan lebih lanjut akan diumumkan setelah penyelidikan selesai,” kata kementerian tersebut dikutip dari AFP.

Penasihat presiden UEA, Anwar Gargash, menuduh Iran dan kelompok proksi regionalnya saat mengecam serangan tersebut.

“Penargetan teroris terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir bersih Barakah, baik dilakukan oleh pelaku utama maupun melalui salah satu agennya, merupakan eskalasi berbahaya,” tulisnya di X.

Ia menyebut insiden itu sebagai gambaran kelam yang melanggar seluruh hukum dan norma internasional, serta menuduh pelaku mengabaikan keselamatan warga sipil di UEA.

UEA menyebut mengecam sekeras-kerasnya serangan teroris tanpa provokasi tersebut dan tidak akan menoleransi ancaman apa pun terhadap keamanan dan kedaulatannya dalam keadaan apa pun, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA.

“Serangan ini merupakan eskalasi berbahaya, tindakan agresi yang tidak dapat diterima, dan ancaman langsung terhadap keamanan negara,” lanjut pernyataan itu.

Ilustrasi Abu Dhabi Foto: Shutter stock

Menteri Luar Negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, melakukan pembicaraan dengan para mitranya dari Qatar, Yordania, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Mesir, dan Bahrain setelah serangan tersebut.

Para menteri mengecam serangan itu dan menegaskan kembali hak penuh dan sah negara Teluk tersebut untuk merespons.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah sendiri mulai beroperasi pada 2020 dan terletak sekitar 200 kilometer di barat ibu kota UEA, Abu Dhabi, dekat perbatasan Arab Saudi dan Qatar.

Perusahaan operator milik UEA Nuclear Energy Company mengatakan pada 2024 bahwa fasilitas itu memasok hingga seperempat kebutuhan listrik negara kaya minyak tersebut.

“Kami tidak menerima laporan korban luka dan tidak ada dampak terhadap tingkat keselamatan radiologis,” kata Kantor Media Abu Dhabi. “Seluruh langkah pencegahan telah diambil dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan jika tersedia.”

“Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir (FANR) memastikan kebakaran itu tidak memengaruhi keselamatan pembangkit maupun kesiapan sistem pentingnya, dan seluruh unit beroperasi normal.”

Tak Ada Korban

Seorang pejabat dari Korea Electric Power Corporation (KEPCO), yang mengoperasikan PLTN Barakah, mengatakan tidak ada korban jiwa dan fasilitas nuklir tersebut tidak mengalami kerusakan.

“Tidak terlihat adanya serangan langsung terhadap pembangkit nuklir yang kami kelola dan operasikan. Tampaknya kebakaran terjadi di fasilitas listrik lain di pinggiran,” kata pejabat tersebut seperti dikutip kantor berita Yonhap.

“Untuk salah satu reaktor, operasi sempat dihentikan sementara sebagai langkah pencegahan demi memastikan operasi aman,” tambahnya.