UGM Cek Jalur Pipa usai Rumah di Sleman Terbakar 51 Kali, Cari Kontaminasi Gas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi usai kebakaran misterius di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi usai kebakaran misterius di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Dosen di Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi menyampaikan pihaknya bakal mengecek jalur perpipaan usai muncul api secara misterius di sebuah rumah di Sleman, Yogyakarta. Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan apakah ada kontaminasi gas di berbagai jalur perpipaan tersebut.

"Beberapa waktu yang lalu keluarnya gas itu juga bersamaan dengan jalur-jalur. Ada pipa air, ada sumur itu keluar api. Maka kami juga akan mengukur sampel air apakah terkontaminasi metana atau tidak," katanya, Sabtu (30/5).

Pemeriksaan area perpipaan itu rencananya dilakukan pada pekan depan. Pihaknya menyiapkan alat ukur kandungan gas.

"Mungkin pekan depan kami akan membawa alat untuk mengukur kandungan gas yang ada di tempat ini dan juga sampel air," terangnya.

Diketahui, kebakaran misterius terjadi 51 kali di sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kebakaran yang terjadi dalam seminggu itu diduga disebabkan karena adanya akumulasi kandungan gas metana dari septic tank.