UGM: Gejala Omicron Tidak Berat Tetapi Bukan Berarti Jinak
·waktu baca 2 menit

Ketua Pokja Genetik FK-KMK UGM, dr Gunadi, menjelaskan bahwa gejala umum virus corona varian Omicron memiliki gejala yang ringan atau tidak berat. Namun, bukan berarti varian tersebut juga jinak.
"Itu penting sekali disampaikan kepada masyarakat bahwa memang gejala umumnya tidak berat tetapi dia bukan jinak," kata Gunadi ditemui di kampusnya, Senin (24/1).
Bukan jinak yang dimaksud Gunadi adalah Omicron tetap berbahaya apabila mengenai orang yang rentan. Orang yang rentan di sini adalah usia lansia maupun yang memiliki komorbid.
"Kalau dia kena yang rentan maka kemudian bisa menjadi berat," tegasnya.
Soal ganasnya Omicron ini terlihat dari okupansi hospitality di rumah sakit dan ICU yang ada di Amerika Serikat dan negara maju yang mulai naik. Hal ini juga harus jadi perhatian pemerintah Indonesia.
"Hal ini juga harus diwaspadai oleh pemerintah Indonesia dan kita semua. Bagaimana jangan sampai karena kita menganggap less severe tetapi kemudian karena transmisinya dikatakan 70 kali lebih cepat dari Delta bisa saja mengenai orang-orang yang rentan di sekitar kita nah itu kemudian menjadi berat," katanya.
Tak hanya lansia dan orang yang memiliki komorbid, orang yang tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan juga harus dilindungi.
"Orang yang memang tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan tentunya kita harus melindungi mereka-mereka itu," tegasnya.
