News
·
6 April 2021 10:12

Ulama Tangerang Abuya Uci Thurtusi Meninggal Dunia, Begini Sosoknya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ulama Tangerang Abuya Uci Thurtusi Meninggal Dunia, Begini Sosoknya (194984)
KH. Uci Thurtusi (Pengasuh Pesantren Al-Istiqlaliyah, Tangerang Banten) meninggal dunia. Foto: Dok. Twitter/@nahdatululama
Pengasuh Pimpinan Pondok Pesantren dan Majelis Talim Al-Istiqlaliyyah, Abuya KH Uci Thurtusi meninggal dunia pada Selasa (6/4). Ucapan duka mengalir untuk kepergian salah satu ulama besar di Tangerang tersebut.
ADVERTISEMENT
Seperti yang disampaikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di akun Twitter resminya.
"Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyampaikan duka mendalam atas wafatnya KH. Uci Thurtusi (Pengasuh Pesantren Al-Istiqlaliyah, Tangerang Banten)," tulisnya.
Dikutip dari situs NU, Abuya KH.Uci Thurtusi atau yang lebih dikenal sebagai Abuya Uci adalah sosok ulama yang karismatik. Abuya Uci berasal dari sebuah kampung di Kabupaten Tangerang yaitu Kampung Cilongok, Pasar Kemis.
Dalam memberikan ceramah Abuya Uci konsisten menggunakan bahasa Sunda sehingga mudah dipahami oleh masyarakat Banten. Kepopulerannya di Banten setara dengan tokoh dan ulama lain yang ada di Indonesia seperti Habib Lutfi bin Yahya dan Abuya Muhtadi.
Abuya Uci juga sangat dekat dengan Gus Dur. Semasa hidup, Gus Dur pernah beberapa kali mengisi pengajian di pesantren Cilongok.
ADVERTISEMENT
Kepopuleran Abuya Uci bukan hanya di Banten, tetapi juga sampai ke luar Pulau Jawa. Pengajian di Pesantren Cilongkok yang digelar mingguan banyak didatangi ulama atau tokoh dari berbagai negara seperti Mesir, Yaman, Arab Saudi dan lainnya.
Selain pengajian mingguan, Ponpes Al-Istiqlaliyyah yang diasuh Abuya Uci juga mengadakan acara Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani yang digelar secara rutin setiap satu tahun sekali. Jamaah yang datang selalu membludak, bahkan pada November 2020 lalu, acara haul ini sempat mendapat sorotan karena dilakukan saat pandemi.
Meski pihak Ponpes sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait protokol kesehatan dan jumlah jemaah yang datang dibatasi hanya 1.500 orang, tetapi akhirnya tetap saja jemaah yang datang tidak terbendung, dan akhirnya membuat kerumunan.
ADVERTISEMENT
Buntut dari kerumunan ini akhirnya Pemerintah Kabupaten Tangerang mencabut izin keramaian dengan terbatas untuk acara yang dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19.