Unpad Gelar PTM Terbatas Akhir Oktober 2021

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana gerbang kampus Unpad di Kota Bandung tutup pada hari ketiga gelaran PPKM Darurat yang akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli 2021. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana gerbang kampus Unpad di Kota Bandung tutup pada hari ketiga gelaran PPKM Darurat yang akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli 2021. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung akan memulai kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas pada akhir bulan Oktober 2021.

Hal itu sebagai tindak lanjut dari Instruksi Kemenristek Dikti soal pembukaan kampus secara bertahap di wilayah yang masuk dalam PPKM Level 1 hingga Level 3.

Namun demikian, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Arief S. Kartasasmita menyebut, pembukaan pembelajaran tatap muka didahulukan untuk aktivitas belajar di laboratorium atau praktikum yang membutuhkan perolehan keterampilan (skill acquisition) yang tidak dapat diselenggarakan secara daring.

"Untuk kegiatan tatap muka di kelas, perkuliahan akan tetap dilakukan secara daring," kata Arief melalui keterangan tertulis yang diterima kumparan, Senin (13/9).

kumparan post embed

Arief menambahkan, untuk dapat mengikuti kegiatan praktikum di kampus, mahasiswa harus mendapatkan izin penuh dari orang tua.

Bagi mahasiswa yang tidak mendapat izin orang tua atau kesulitan transportasi menuju kampus, Unpad tetap memberikan fasilitas praktikum secara daring atau memberikan keringanan untuk menunda kegiatan tersebut di tahun depan tanpa dikenai sanksi dari sisi kredit atau masa studi.

Seorang warga membuka aplikasi PeduliLindungi pada gawai miliknya di Surabaya, Jawa Timur. Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO

Syarat lainnya, mahasiswa harus sudah tuntas melakukan vaksinasi dan datanya tercatat pada aplikasi PeduliLindungi. Hal ini diperlukan karena ke depan untuk dapat masuk ke dalam kampus Unpad, mahasiswa wajib mengisi aplikasi AMARI dan melakukan check in melalui aplikasi PeduliLindungi.

Sementara itu untuk kesiapan sarana, sambung Arief, Unpad akan mengatur jumlah mahasiswa yang berada di laboratorium serta memadatkan waktu pembelajaran sehingga mahasiswa tidak perlu ada di sekitar kampus Unpad sepanjang semester.

"Kita batasi dengan mengikuti protokol kesehatan. Kita akan atur agar pelaksanaan praktikumnya sekitar 1-2 bulan saja," kata Arief.

Unpad mempersilakan mahasiswa asal luar Sumedang atau Bandung Raya yang tidak memiliki tempat bermukim untuk menggunakan asrama dalam kampus sebagai lokasi singgah selama mengikuti kegiatan laboratorium atau praktikum.

Kampus FISIP Unpad, Jatinangor. Foto: UNPAD

Bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir dan membutuhkan kehadiran fisik di kampus maupun mahasiswa Pascasarjana dalam jumlah terbatas, akan dilakukan penjadwalan kehadiran dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Vaksinasi civitas Unpad

VitPAD, alat penyimpan sampel swab corona buatan UNPAD. Foto: Dok. Unpad

Persiapan lainnya adalah pelaksanaan vaksinasi yang menyeluruh. Dalam mendukung percepatan pembukaan kampus, Unpad telah berhasil melaksanakan vaksinasi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, keluarga dosen dan tenaga kependidikan, hingga masyarakat di sekitar kampus Bandung dan Jatinangor.

Meski akan ada kebijakan pelonggaran dengan membuka kampus, Arief mengingatkan, mahasiswa tetap wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jangan sampai pelonggaran aktivitas justru menimbulkan klaster baru sebaran corona.

"Mohon disikapi dengan bijak dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan klaster baru di Unpad," kata Arief.

Vaksinasi corona untuk mahasiswa di Kampus UNPAD, di Jalan Dipati Ukur, Bandung, Senin (5/7). Foto: Dok. Istimewa

Untuk memperkuat upaya pencegahan, Unpad akan membentuk Team Champion yang berasal dari mahasiswa sebagai bagian dari 'Champion Covid Unpad' yang telah lebih dahulu dibentuk. Para champion bertugas untuk menumbuhkan perhatian dan kewaspadaan sesama mahasiswa soal COVID-19 dan upaya pencegahannya.

"Setiap fakultas akan ada champion-nya, kita akan bentuk bersama pimpinan fakultas," pungkas Arief.