Buzz
·
21 Juli 2021 11:30
·
waktu baca 2 menit

Mahasiswa Ini Tetap Ikut Sidang Skripsi meski Positif COVID-19 dan Harus Isoman

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mahasiswa Ini Tetap Ikut Sidang Skripsi meski Positif COVID-19 dan Harus Isoman (32560)
searchPerbesar
Ilustrasi mengerjakan skripsi. Foto: CoWomen/unsplash
Aldi Ginastiar enggak menyangka bisa lulus sebagai mahasiswa dan menyelesaikan studinya di Universitas Padjadjaran dengan baik. Padahal dia melakukannya saat sedang melawan penyakit COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri.
ADVERTISEMENT
Cowok yang lulus dari jurusan kuliah Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Unpad itu, terkonfirmasi positif COVID-19 pada 13 Juli 2021. Saat itu, merasakan gejala anosmia dan batuk-batuk.
Namun di saat bersamaan, Aldi sudah mendaftar untuk ikut sidang skripsi pada 16 Juli 2021.
Meski pihak jurusan memberikan keringanan untuk memundurkan jadwal sidangnya, Aldi tetap memutuskan untuk menjalani sidang skripsinya pada hari yang telah ditentukan.
“Aku merasa punya tanggung jawab terhadap kuliah dan tanggung jawab terhadap keluarga. Aku juga sudah janji (untuk lulus Juli) ke almarhum teman,” ujarnya, dilansir laman Unpad.
Saat hari sidang skripsi tiba, Aldi menguatkan diri untuk mengikutinya. Sidang berlangsung selama lima jam, mulai dari pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 13.00.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Aldi hanya menjalani sidang sekitar 1-1,5 jam. Sisanya diperuntukan bagi mahasiswa lain.
Saat sidang, dia mengaku sulit berkonsentrasi dan berpikir. Ini disebabkan oleh dampak yang ditimbulkan dari virus corona.
“Kerasa sekali, biasanya saya tahan 2-3 jam di depan komputer, kemarin pas sidang setengah jam sudah pusing, linglung, dan ngantuk,” katanya.

Lulus Skripsi dan Dapat Nilai A

Mahasiswa Ini Tetap Ikut Sidang Skripsi meski Positif COVID-19 dan Harus Isoman (32561)
searchPerbesar
Aldi Ginastiar dok Unpad
Tapi dukungan dari teman-teman, dosen, dan penguji skripsi menguatkan Aldi. Sidang skripsinya juga dihadiri oleh Dekan FIB Unpad.
Saat yudisium, dia enggak menyangka bisa lulus, meraih nilai A, dan lulus dengan IPK 3,4.
"Awalnya aku bingung kenapa bisa A. Perasaan aku sedang enggak fit. Walaupun sudah lakukan yang terbaik, aku sadar kalau aku lagi sakit,” terangnya.
ADVERTISEMENT
Lewat hasil ini, Aldi mendorong mahasiswa lain, terutama yang sedang menjalani isolasi mandiri, untuk enggak menjadikan sakit sebagai sebuah halangan.
"Aku rasakan sendiri, sakitnya COVID-19 bukan karena fisik, tapi lebih karena beban mental. Jadi jangan terlalu banyak pikiran, kalau misalnya punya tanggung jawab mending selesaikan, jangan ditunda-tunda,” pungkas dia.