Update: 33 Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat di 4 Rumah Sakit Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (10/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (10/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sejumlah siswa masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Jakarta usai insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11).

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga Senin (10/11) siang, perawatan korban kini tersebar di empat rumah sakit, yakni RSI Cempaka Putih, RS Yarsi, RS Pertamina Jaya, dan RS Polri.

Berikut perkembangan kondisi para korban di masing-masing rumah sakit:

RSI Cempaka Putih: 13 Pasien Masih Dirawat, 2 di Ruang Intensif

Penjelasan Dirut RSIJ Cempaka Putih dr Pradono Handojo terkait korban ledakan SMAN 72 Jakarta. Foto: Dok. RSIJ Cempaka Putih

Direktur Utama RSI Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo, menyampaikan hingga Senin (10/11) siang, total ada 13 pasien korban ledakan SMAN 72 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Dari jumlah itu, dua orang dirawat di ruang intensif.

“Jadi pada posisi siang ini, jam 12.00, tanggal 10 November ya, pada 2025, yang kami konfirmasi saat ini yang masih kami rawat jumlahnya adalah 13 orang. Yang 11 orang itu dirawat inap biasa, sedangkan yang dua orang ini satu di Intensive Care Unit (ICU) dan satu di High Care Unit (HCU),” kata Pradono di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (10/11).

Sejak insiden terjadi pada Jumat (7/11), total ada 49 korban yang sempat mendapat penanganan di IGD RSI Cempaka Putih.

“Kalau dilihat rekap ya, dari sejak insiden kejadian pada hari Jumat sampai sekarang, maka Rumah Sakit Islam Cempaka Putih itu IGD-nya, gawat daruratnya telah menerima 49 orang yang datang. Dan saat ini sisanya yang masih kami rawat tadi sudah disebutkan, 13 orang,” ujarnya.

Sementara itu, total pasien yang telah dipulangkan mencapai 29 orang. Kondisi pasien yang masih dirawat dikabarkan berangsur membaik.

“Yang dirawat 13 orang ini hampir semuanya kondisinya berangsur-angsur membaik ya, Alhamdulilah. Namun secara umum, yang kami dapati adalah trauma yang cukup serius pada daerah pendengaran,” tutur Pradono.

Ia menambahkan, sebagian pasien mengalami kerusakan pada gendang telinga akibat ledakan.

“Ada yang mengalami bolong secara total untuk bagian gendang telinga dan juga ada yang sebagian. Dokter spesialis THT kami mengawasi dan kemudian mengobservasi,” kata dia.

“Mudah-mudahan dalam dua minggu itu akan menyembuh sendiri, namun kalau tidak, akan ada rencana tindak lanjutnya,” lanjutnya.

RS Yarsi: 17 Pasien Dirawat, 3 Sudah Pulang

Suasana SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (10/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah mengatakan pihaknya memantau langsung kondisi korban di RS Yarsi dan RS Pertamina. Ia menyebut jumlah pasien yang dirawat di RS Yarsi bertambah dari sebelumnya.

“Terus karena dari hari Jumat saya belum ke Rumah Sakit Yarsi sama Pertamina, jadi tadi saya kunjungan ke sana sambil ngecek data terakhir. Hari Sabtu kan kemarin 14 orang di sini, 14 orang di Yarsi. Bagaimana kondisinya, apakah sudah ada yang pulang apa bagaimana,” kata Margaret di RSI Cempaka Putih, Senin (10/11).

“Di Rumah Sakit Yarsi tadi bertambah jadi 17-an ya, pasien ya. Sekitar tambah tiga dari yang tadinya 14, jadi sekarang ada sekitar 17-an,” sambung dia.

Dari total 20 pasien yang sempat dirawat di RS Yarsi, tiga di antaranya telah dipulangkan. Ia menambahkan, sebagian besar pasien di rumah sakit tersebut mengalami gangguan pendengaran.

“Tapi memang kondisi rata-rata di Yarsi sama Pertamina itu lebih ke gangguan pendengaran anak-anak. Secara fisiknya aman. Yang berat memang yang ada di sini (RSI Cempaka Putih) yang masuk kategori lebih berat dibandingkan di Yarsi sama di Pertamina, di sini,” ujarnya.

RS Pertamina Jaya: 1 Pasien Masih Dirawat

Sementara di RS Pertamina Jaya, hanya tersisa satu pasien yang masih menjalani perawatan. Enam pasien lainnya telah dipulangkan setelah dinyatakan membaik.

Berdasarkan pantauan KPAI, pasien di RS Pertamina umumnya mengalami gangguan pendengaran ringan akibat tekanan suara dari ledakan.

“Ternyata yang di Rumah Sakit Pertamina memang tinggal satu,” tutur Margaret.

RS Polri: Terduga Pelaku Dirawat Terpisah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti usai menjenguk korban ledakan SMAN 72 di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (9/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan satu pasien yang merupakan terduga pelaku telah dipindahkan dari RSI Cempaka Putih ke RS Polri untuk penanganan lanjutan.

“Yang terduga pelaku sudah tidak di sini. Jadi terduga pelaku sudah dipindahkan di Rumah Sakit Polri. Sehingga karena itu maka kami harus koordinasi dengan Pak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) apakah nanti saya perlu ketemu atau tidak karena sekarang otoritasnya ada pada beliau,” kata Mu’ti di RSI Cempaka Putih, Minggu (9/11).

Ia menambahkan, fokus pemerintah saat ini adalah pemulihan fisik dan mental para korban.

“Karena itu, kami sekarang fokus pada bagaimana mereka yang sekarang menjadi korban dan pemulihan secara fisik dilakukan oleh Pak Dokter. Tapi nanti secara mental, secara psikososial kami akan melaksanakannya bersama dengan pihak-pihak yang terkait,” ujarnya.

Dengan demikian, berdasarkan data terbaru hingga Senin (10/11) siang, total pasien korban ledakan SMAN 72 yang masih dirawat tersebar di empat rumah sakit;

  • RSI Cempaka Putih (13 pasien)

  • RS Yarsi (17 pasien)

  • RS Pertamina Jaya (1 pasien)

  • RS Polri (1 pasien).