Update Corona Jateng 16 Juni: Kasus Aktif di Pati Hampir Salip Kudus

Lonjakan kasus corona di Jawa Tengah (Jateng) terus terjadi. Jateng menjadi salah satu provinsi yang paling disorot karena tingginya kasus aktif. Khususnya di berbagai daerah seperti Kudus, Jepara, hingga Pati.
Penyebabnya diawali dari lonjakan kasus corona di Kudus usai Lebaran. Kemudian menyebar ke berbagai daerah di sekitarnya seperti Jepara, hingga Pati, bahkan Solo Raya.
Berdasarkan data per Rabu (16/6) dari berbagai sumber, seperti situs corona.jatengprov.go.id, situs Pemkab Jepara dan wawancara Bupati Pati Haryanto, ada 10 daerah di Jateng dengan kasus aktif tertinggi.
Urutan pertama masih ditempati Kudus dengan jumlah kasus aktifnya mencapai 2.124. Di posisi kedua, ditempati Kabupaten Pati. Kabupaten Pati per hari ini total kasus aktifnya mencapai 2.022.
Bupati Pati Haryanto mengatakan lonjakan kasus itu baru dilaporkan oleh masing-masing camat dan berpotensi bisa berubah-ubah lagi dengan cepat. Ribuan warga Pati itu kini menjalani isolasi mandiri.
"Saya juga mau klarifikasi. Ini ada 2.022 yang isolasi mandiri, yang paling banyak itu di Kecamatan Kota Pati 500-an lebih, Kecamatan Margorejo, Kecamatan Winong," ujar Haryanto saat memimpin rapat percepatan penanganan COVID-19 di kantornya, Rabu (16/6).
Tingginya jumlah kasus aktif corona di Pati itu hampir menyalip Kudus. Hanya terpaut selisih 102 kasus. Kemudian di urutan ketiga ditempati Jepara. Kabupaten Jepara hingga kini kasus aktifnya mencapai 1.653.
Sedangkan peringkat selanjutnya adalah Kota Semarang, Sragen, Demak, Kendal, Tegal, Cilacap, Kebumen, sebagaimana yang tertera pada tabel di atas.
