Update Gempa Mentawai: 500 Warga Masih Mengungsi, Bangunan SD Roboh

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Posisi potensi zona megathruat Mentawai-Siberut.  Foto: BMKG
zoom-in-whitePerbesar
Posisi potensi zona megathruat Mentawai-Siberut. Foto: BMKG

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai terus mendata dampak kerusakan akibat guncangan 3 kali gempa Mentawai pada Senin (29/8).

Data terbaru terdapat penambahan fasilitas umum yang rusak yakni SD Negeri 11 Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat. Di lokasi yang sama sudah lebih dulu didata tiga bangunan yang mengalami kerusakan ringan di antaranya SMP Negeri 3 Simalegi, Puskesmas Betaet, dan gereja.

"Update terbaru SD Negeri 11 Simalegi roboh, ini (kategori) rusak berat," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi, saat dihubungi kumparan, Senin (29/8).

Warga Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, mengungsi di perbukitan usai gempa 6,4 magnitudo, Senin (28/8). Foto: BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai

Selain dampak kerusakan, Novriadi mengatakan, ratusan warga memilih bertahan di perbukitan yang kini dijadikan lokasi pengungsian. Warga tersebut berasal dari Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat.

"Masih bertahan, kami sudah koordinasi dengan kepala desa dan pak camat, warga masih bertahan. Sekitar 500 jiwa di tiga titik lokasi," kata dia.

Warga Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, mengungsi di perbukitan usai gempa 6,4 magnitudo, Senin (28/8). Foto: BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai

Novriadi mengungkapkan, warga mengungsi di perbukitan sejak gempa kedua terjadi atau sekitar pukul 05.34 WIB dengan magnitudo 5,2. Mereka khawatir akan terjadi gempa susulan.

"Sudah sejak gempa kedua pagi mereka mengungsi. Kami juga telah mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum di lokasi pengungsian itu," papar Novriadi.

Warga Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, mengungsi di perbukitan usai gempa 6,4 magnitudo, Senin (28/8). Foto: BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai

Guncangan gempa megathrust Mentawai ini terjadi tiga kali berturut-turut pada Senin (29/8). Gempa pertama pada pukul 00.04 WIB dan kedua pada pukul 05.34 WIB bermagnitudo 5,9, kemudian dimutakhirkan BMKG menjadi 5,2 magnitudo.

BMKG merilis, gempa dengan magnitudo 5,2 itu berpusat 1.04 Lintang Selatan (LS) dan 98.55 Bujur Timur (BT) atau tepatnya 156 kilometer Barat Laut Mentawai. Selanjutnya sekitar pukul 10.29 WIB gempa susulan kembali terjadi bermagnitudo 6,4.