Update Korban Erupsi Gunung Semeru: 51 Meninggal, 10.395 Mengungsi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas SAR memantau kondisi banjir lahar hujan Gunung Semeru di Kamar Kajang, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/12/2021).  Foto: Budi Candra Setya/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Petugas SAR memantau kondisi banjir lahar hujan Gunung Semeru di Kamar Kajang, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/12/2021). Foto: Budi Candra Setya/Antara Foto

BNPB memperbaharui data korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Kini jumlah korban meninggal bertambah menjadi 51 orang.

"Berdasarkan data Pos Komando Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru per 21 Desember 2021, pukul 18.00 WIB mencatat korban meninggal bertambah 1 jiwa sehingga total meninggal dunia akibat erupsi menjadi 51 jiwa," kata Plt Kapusdatin BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya.

"Penambahan korban tersebut dari warga yang sebelumnya dirawat akibat luka bakar. Selain jumlah korban meninggal, posko mencatat 5 potongan tubuh ditemukan di lokasi terdampak," tambah dia.

kumparan post embed

Abdul menuturkan, jumlah warga mengungsi kini berjumlah 10.395 jiwa. Mereka tersebar di 410 titik pengungsian.

"Pengungsian terkonsentrasi di 3 kecamatan, yaitu Pasirian 17 titik dengan 1.746 jiwa, Candipuro 21 titik 4.645 jiwa dan Pronojiwo 8 titik 1.077 jiwa," ucap dia.

Selain itu, sebaran titik pengungsi teridentifikasi di Kabupaten Lumajang, sedangkan di luar kabupaten itu yakni di Kabupaten Malang 9 titik dengan 341 jiwa, Blitar 1 titik dengan 3 jiwa, Jember 3 titik dengan 13 jiwa dan Probolinggo 1 titik dengan 11 jiwa.

"Posko terus memutakhirkan data pengungsian akibat dampak erupsi Semeru," kata Abdul.

Petugas SAR memantau kondisi banjir lahar hujan Gunung Semeru di Kamar Kajang, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/12/2021). Foto: Budi Candra Setya/Antara Foto

Lebih lanjut, Abdul mengatakan dalam masa tanggap darurat perpanjangan kedua ini, salah satu prioritas posko yaitu penyiapan lahan relokasi. Posko dan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian sementara atau huntara.

"Dua lokasi telah dipilih menjadi relokasi warga terdampak erupsi, yaitu di Desa Sumbermujur di Kecamatan Candipuro dan Desa Oro-Oro di Kecamatan Pronojiwo," kata Abdul.

"Lokasi relokasi telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui surat keputusan Nomor 1256/MENLHK/SETJEN/PLA.2/12/2021. Area yang diperuntukkan untuk relokasi seluas total 90,98 hektar," tutup dia.