Usaha Lilin Aromaterapi Boyolali Juara 3 Hetero For Startup, Branding Jadi Kuat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Natureline, perusahaan rumahan lilin aromaterapi dan hampers asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Natureline, perusahaan rumahan lilin aromaterapi dan hampers asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Natureline, perusahaan rumahan lilin aromaterapi dan hampers asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mampu memikat hati juri dan berhasil menjadi juara 3 dalam ajang Hetero For Startup session 2 di Heter Space Surakarta, beberapa waktu lalu.

Lomba yang diselenggarakan Pemprov Jawa Tengah itu diikuti ribuan usahawan di seluruh Indonesia.

Arini Khoiriyah, Owner Natureline, menuturkan ketertarikannya mengikuti pelatihan Hetero Space untuk memajukan usahanya. Sebab, Hetero Space selain menyediakan mentor, juga membuka lebar jaringan, sehingga di masing-masing peserta bisa sharing pengalamannya.

“Kita ingin memperbaiki usaha supaya lebih tertata, punya target tidak hanya jalan di tempat, ingin lebih maju lagi, dan belajar kita bisa lihat teman-teman peserta lain di Hetero Space kiat belajar dari mereka,” ujarnya saat ditemui di rumah produksinya Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Rabu (6/4).

Natureline, perusahaan rumahan lilin aromaterapi dan hampers asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Hal penting yang didapatkannya setelah mengikuti Hetero Space, lanjut Arini adalah branding produknya lebih dikenal luas. Selain itu, masing-masing peserta dapat menjalin kerja sama.

“Brandingnya berasa sekali. Orang lebih tahu. Itu hal terpenting dalam usaha. Hetero Space punya tim yang solid tertata, marketing terstruktur. Selain itu jaringan, banyak yang mengajak kerjasama terutama hampers lebaran,” imbuhnya.

Usaha lilin aromaterapi dan hampers yang dikelola Arini pertama didirikan bersama mendiang suaminya pada 2008 lalu. Produknya ramah lingkungan karena berbahan baku minyak kelapa sawit dicampur aroma wewangian.

“Karena pengalaman bekerja di perusahaan pengolahan minyak sawit saya sama mendiang suami mendirikan usaha ini. Lilin kita tidak menimbulkan jelaga, jadi ramah lingkungan, dan juga pakai aroma sereh bisa usir nyamuk,” paparnya.

Natureline, perusahaan rumahan lilin aromaterapi dan hampers asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Untuk proses produksinya dilakukan secara rumahan. Bahkan jika mengalami kenaikan permintaan, ia merekrut ibu-ibu sekitar untuk dipekerjakan.

“Kalau ramai kita ajak ibu-ibu untuk berproduksi. Dulu pernah ramai sehingga kita rekrut sampai sekitar 30 ibu-ibu,” jelasnya.

Terkait packaging, Arini menerangkan lilin aromaterapinya disajikan dalam bentuk hampers. Sehingga terlihat lebih menarik ketimbang hanya dijual sebagai lilin biasa.

“Misalnya ada lilin harga Rp 9 ribu per buah, tapi kalau disajikan dalam bentuk hampers bisa berharga Rp 25 ribu ditambah korek api, dan kartu ucapan,” paparnya.

Natureline, perusahaan rumahan lilin aromaterapi dan hampers asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Sejauh ini, ia sudah memiliki pangsa pasar lokal maupun internasional.

“Hampir seluruh kota di Indonesia. Kalau ekspor ada buyer ke Italia, Amerika dan Eropa,” ungkapnya.

Ia berharap, pelatihan Hetero Space dapat dilaksanakan secara berkesinambungan untuk membuka ruang bagi usahawan-usahawan muda.

“Bagus acaranya, ini harus terus dilaksanakan dan menjangkau lebih luas lagi usahawan muda,” tandasnya.

Natureline, perusahaan rumahan lilin aromaterapi dan hampers asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa