Usai Matt Wright Gagal, Giliran Forest Galante Ingin Tangkap Buaya Berkalung Ban

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seekor buaya liar berkalung ban bekas berjemur di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (15/1). Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki
zoom-in-whitePerbesar
Seekor buaya liar berkalung ban bekas berjemur di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (15/1). Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Kabar soal buaya berkalung ban di Palu, Sulawesi Tengah, benar-benar telah mendunia. Kegagalan ahli reptil asal Australia, Matthew Nicolas Wright alias Matt Wright telah membuat Forest Galante bersama jaringan televisi dokumenter Discovery Channel tertarik memburu reptil tersebut.

Informasi mengenai kru Discovery Channel ini didapatkan dari surat permohonan izin yang diterima Kepala BKSDA Sulteng dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, tertanggal 18 Februari 2020.

"Besok kami cek kalau sudah diajukan pada kami. Sekaligus kami pelajari ya, suratnya mungkin masih di bagian umum," ujar Hasmuni Hasmar, saat dikonfirmasi, Rabu (19/2).

instagram embed

Isi surat menyatakan Discovery Channel bekerjasama dengan PT. Media Nusantara Film selaku pihak yang mendapat izin akan mendatangkan kru untuk melakukan penyelamatan buaya berkalung ban dan berencana membuat film dokumenter penyelamatan buaya ban tersebut.

Buaya berkalung ban pertama kali ditemukan sekitar empat tahun lalu. Reptil tersebut terlihat sering berjemur di waktu tertentu. Ia sering terlihat di antara Sungai Palu hingga Teluk Palu.

Sebelum Matt Wright, Muhammad Panji atau yang lebih dikenal dengan nama Panji Petualang pernah turun tangan. Selain Panji Sang Penakluk, non-governmental organization (NGO) asal Australia juga pernah melakukan upaya yang sama. Namun keduanya gagal menangkap buaya berkalung ban itu.

kumparan post embed