Usai Penembakan Drone AS, Iran Pastikan Wilayah Udara Aman Dilintasi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Drone militer Amerika Serikat, RQ-4 Global Hawk. Foto: Angkatan Udara Amerika Serikat/Via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Drone militer Amerika Serikat, RQ-4 Global Hawk. Foto: Angkatan Udara Amerika Serikat/Via Reuters

Aktivitas penerbangan di wilayah udara Iran sempat terganggu usai penembakan drone militer milik Amerika Serikat pada Kamis (20/6) lalu. Kantor berita Tasman melaporkan Organisasi Penerbangan Sipil Iran telah memastikan wilayah udara negara itu aman untuk dilalui pesawat milik maskapai penerbangan.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah sejumlah maskapai penerbangan memutuskan menghindari wilayah udara Iran, seperti Selat Hormuz dan Teluk Oman, buntut dari penembakan militer AS.

"Wilayah udara yang dikontrol Iran di Teluk Persia dan rute penerbangan lainnya benar-benar aman," kata juru bicara Reza Jafarzadeh, dilansir Reuters, Sabtu (22/6).

Badan Aviasi Federal AS (FAA) sebelumnya melarang seluruh maskapai AS untuk melintasi wilayah Iran menyusul serangan penembakan drone RQ-4 Global Hawk. Tak hanya maskapai AS, maskapai lainnya seperti Malaysia Airlines, Qantas Airways, Singapore Airlines, dan KLM juga melakukan hal yang serupa.

kumparan post embed

Penembakan drone ini memicu ketegangan baru antara AS dan Iran. Menurut Iran, drone milik AS itu masuk ke wilayah mereka. Sementara AS membantahnya dan menyebut drone seharga Rp 1,8 triliun itu berada di wilayah internasional.

Bahkan, FAA menyatakan saat penembakan drone terjadi, banyak pesawat komersial yang terbang di lokasi tersebut.

"Ada beberapa pesawat penerbangan sipil beroperasi di wilayah itu saat intersepsi dilakukan," tulis pernyataan FAA.

kumparan post embed