Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Diprediksi Sampai 10 tahun, Setara India Rusia

Bloomberg mengeluarkan kalkulasi sampai berapa lama negara-negara dunia menyelesaikan vaksinasi COVID-19.
Dalam laporannya Bloomberg memprediksi Indonesia baru selesai pandemi virus corona kurang lebih 10 tahun. Prediksi tersebut muncul jika dihitung dengan tingkat vaksinasi saat ini.
Indonesia diperkirakan setara dengan India dan Rusia akan keluar dari pandemi selama 10 tahun.
Riset Bloomberg tersebut dibangun berdasarkan basis data vaksin COVID-19 yang sudah diberikan di seluruh dunia yaitu lebih dari 119 juta dosis.
Bloomberg memperhitungkan tingkat vaksinasi saat ini dengan populasi di suatu negara.
Berdasarkan hitungan Bloomberg per 5 Februari 2021, tingkat vaksinasi terbaru di Indonesia rata-rata 64.187 dosis per hari. Pada tingkat ini, dibutuhkan lebih dari 10 tahun untuk mencakup herd immunity 75 persen populasi dengan vaksin dua dosis.
Berdasarkan Sensus Penduduk 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hingga September 2020, jumlah penduduk Indonesia tercatat mencapai 270.203.911 jiwa.
Jika mengkalkulasi hitungan Bloomberg, 64.187 dosis vaksin per hari dikali 3.650 hari (10 tahun), maka akan menghasilkan 234.282.550 jiwa masyarakat Indonesia tervaksinasi dan telah memenuhi herd immunity.
Perhitungan Bloomberg berbeda jauh dari target yang dicanangkan Pemerintah.
Presiden Jokowi sudah berulang kali menginstruksikan agar vaksinasi corona bisa rampung kurang dari setahun. Jokowi bahkan menyebut, target ini bukan mustahil untuk dicapai.
"Katakanlah ini hitung-hitungan ada 30.000 vaksinator, satu hari bisa mengerjakan 30 orang yang divaksin. Sehari artinya hampir 1 juta. Ini angka yang besar sekali. Ini kekuatan kita ada di sini, " kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Kompas100 CEO secara virtual dari Istana Negara, Kamis (21/1) lalu.
Selain itu, kata Jokowi, Indonesia juga memiliki keunggulan dari segi fasilitas kesehatan. Menurut dia, ada 10.000 puskesmas dan 3.000 rumah sakit yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat penyuntikan vaksin corona.
"Kunci yang kedua adalah vaksinasi. Bagaimana bisa dipercepat, bagaimana bisa dilakukan sebanyak banyaknya dalam tempo yang secepat-cepatnya," ujarnya.
