Varian Corona India Merebak, PM Inggris Akan Tunda Pencabutan Lockdown 21 Juni
·waktu baca 2 menit

Varian Corona India (varian Delta, B.1617) semakin menghantui Inggris. Penyebaran yang cukup eksponensial menyebabkan Perdana Menteri Boris Johnson akan menunda pelonggaran pembatasan kegiatan di negaranya.
Lockdown di Inggris sebelumnya direncanakan akan berakhir pada 21 Juni mendatang, sesuai dengan peta rencana yang telah dipaparkan pada bulan Februari lalu. Ketika pembatasan ini berakhir, pub, klub malam, dan tempat hiburan lainnya bisa kembali beroperasi secara normal.
Tetapi, dengan meningkatnya kasus-kasus virus corona varian India ini, Pemerintah Inggris berpikir dua kali. Varian ini 60% lebih menular dibandingkan dengan varian Inggris (varian Alpha, B.117).
Bahkan, varian corona India ini menggantikan posisi varian Alpha sebagai varian dominan di Inggris. Para ahli mengingatkan, varian baru ini berpotensi memicu gelombang ketiga pandemi.
Boris Johnson menyatakan bahwa meningkatnya kasus dan jumlah pasien dirawat ini sangat mengkhawatirkan.
“Kita terus memantau data, belum ada keputusan final yang diambil. Dan waktu yang tepat untuk mengabarkan seluruh warga soal apa yang akan kita lakukan dengan tanggal 21 Juni nanti, adalah esok hari,” ujar Johnson kepada wartawan, Minggu (13/6) waktu setempat.
“Saat itulah kami akan memberikan informasi yang lengkap, sehingga seluruh warga dapat menerimanya secara bersamaan,” lanjutnya.
Pemerintah Inggris terus menekankan bahwa pelonggaran pembatasan kegiatan itu harus selalu dilakukan dengan kewaspadaan tinggi, mengingat sekali dilonggarkan, tak akan bisa diulang kembali.
Inggris Tercepat dalam Vaksinasi
Inggris menjadi salah satu negara yang tercepat dalam pemberian vaksinasi COVID-19 kepada warganya. Hampir 41 juta orang telah menerima satu dosis, dan sekitar 30 juta lainnya telah menerima dua dosis. Ini berarti sekitar 56% dari total populasi orang dewasa Inggris.
Para pengusaha tempat hiburan sempat mengatakan bahwa pemerintah harus memberikan dukungan lebih untuk usaha-usaha mereka supaya bisa dapat tetap beroperasi, jika pembatasan lockdown akan tetap dipertahankan.
