Varian Delta Merebak di Kota Nanjing, Kasus COVID-19 China Melonjak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis dengan APD melakukan swab tes virus corona kepada warga di Qingdao, provinsi Shandong, China. Foto: cnsphoto via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis dengan APD melakukan swab tes virus corona kepada warga di Qingdao, provinsi Shandong, China. Foto: cnsphoto via REUTERS

Ibu Kota Provinsi Jiangsu China, Nanjing, menjadi klaster penyebaran virus corona varian Delta. Varian ini pertama terdeteksi pada awal Juli.

Kantor berita Xinhua melaporkan, varian Delta di Nanjing bersumber dari sembilan staf bandara yang tidak menggunakan alat perlindungan diri dengan baik saat membersihkan pesawat penerbangan internasional.

Pemerintah Kota Nanjing langsung melakukan tes corona massal dan akhirnya menutup Bandara Internasional Nanjing Lukou pada Selasa (27/7) hingga 11 Agustus mendatang.

“Lonjakan infeksi yang baru-baru ini terjadi di Nanjing dapat dikaitkan dengan lokasi spesifik (klaster) dan karakteristik strain varian Delta yang menular dengan cepat,” ujar Wakil Direktur Pusat Pengendalian dan Penyakit Nanjing, Ding Jie, seperti dikutip dari CNN pada Selasa (27/7).

kumparan post embed

Dilaporkan AFP, akibat penyebaran varian Delta, Kota Nanjing memberlakukan lockdown wilayah. Ratusan ribu penduduk kota tersebut tak bisa meninggalkan rumah.

Seluruh kafe internet, gym, bioskop, perpustakaan, dan tempat karaoke ditutup total. Keterangan itu disampaikan seorang anggota Gugus Tugas COVID-19 Kota Nanjing, Lu Jing.

Polisi menggunakan alat pelindung diri menghentikan mobil yang datang dari provinsi Hbei di pos pemeriksaan pinggiran Beijing, China. Foto: Thomas Peter/REUTERS

China melaporkan penambahan 64 kasus COVID-19 harian di penjuru daratan pada Kamis (29/7). Angka tersebut meningkat dari hari sebelumnya, yakni 49 infeksi.

Dikutip dari Reuters, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan, sebanyak 21 kasus infeksi baru adalah kasus transmisi lokal. Sementara, tak ada kasus kematian baru akibat corona.

China juga melaporkan 25 kasus corona tak bergejala. Angkanya meningkat 11 kasus dari hari sebelumnya.

Dua kasus corona varian Delta dilaporkan terdeteksi di Provinsi Hunan dan satu kasus di Beijing.

Pasien baru di Provinsi Hunan dilaporkan terinfeksi setelah sejumlah pengidap corona tanpa gejala (OTG) menghadiri sebuah pertunjukan teater di Kota Zhangjiajie pada 22 Juli 2021.

Kini, total kasus konfirmasi COVID-19 China mencapai 92.875 infeksi dan 4.636 kematian.

kumparan post embed