Video: Perdebatan Panas Bakamla dan Coast Guard China di Laut Natuna

kumparanNEWSverified-green

comment
20
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kapal penjaga pantai China. Foto: AFP/HOANG DINH NAM
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal penjaga pantai China. Foto: AFP/HOANG DINH NAM

Ketegangan Indonesia dan China masih berlanjut di perairan Natuna hingga Senin (6/1). Belakangan beredar video berdurasi 4 menit di media sosial Instagram.

Dalam video tersebut, seorang petugas Badan Keamanan Laut (Bakamla) tampak meminta kapal Coast Guard China meninggalkan teritorial Indonesia di perairan Natuna. Namun, Coast Guard China menolak permintaan tersebut.

“Pak, menurut informasi Anda sedang berada di perairan Indonesia. Mohon kembali ke teritori Anda,” kata seorang perempuan petugas Bakamla.

collection embed figure

“Tidak, tidak, saya protes. Saya merasa di tempat yang aman (wilayah China),” jawab Coast Guard China lewat sambungan radio.

Merespons hal itu, Deputi Bidang Operasi dan Latihan Bakamla (Diropsal), Laksma Nursyawal Embun mengatakan, insiden tersebut terjadi pada 24 Desember 2019 lalu. Saat itu Coast Guard China menolak meninggalkan perairan Natuna.

video youtube embed

“Tanggal 24 Desember. Mereka bertemu kapal ini, sedangkan tanggal 19 sudah diusir, namun mereka ketemu lagi. Mereka kita minta keluar. Tapi mereka bersikukuh,” kata Nursyawal kepada kumparan, Senin (6/1).

Nursyawal menuturkan, pihaknya saat itu langsung melaporkan ke atasan Bakamla. Hal itu untuk menghindari adanya gesekan dengan Coast Guard China.

“Kita nggak mau ada gesekan akhirnya kita laporkan ke atasan,” ujar Nursyawal.

Hingga saat ini, kata Nursyawal, Coast Guard China masih berada di ZEE perairan Natuna. Namun, kapal tersebut tidak masuk dalam teritorial Indonesia.

kumparan post embed