Kumparan Logo
kumparanNEWS
verified-green
11 Des 2025
Kisah Ibu Jadi Tukang Tambal Ban Truk demi Urus Suami-Anak
Siti Aisyah, ibu lima anak di Surabaya rela bekerja sebagai tukang tambal ban setiap pukul 17.00–23.00 WIB demi menghidupi keluarga. Sejak suaminya mengalami kecelakaan kerja dan tak lagi mampu bekerja penuh, Siti mengambil alih profesinya.⁠ ⁠ Ia bercerita pernah bekerja di pabrik, namun waktu habis dan anak-anak tak terurus. Menjadi tukang tambal ban membuatnya bisa tetap mengurus keluarga sambil bekerja. Meski berat dan penuh risiko, ia merasa tak punya pilihan lain. “Awal mulanya bantu suami, cuma karena suami kecelakaan akhirnya gantian saya yang kerja full,” ujarnya.⁠ ⁠ Setahun terakhir, ia merasakan suka duka pekerjaan ini. Rezeki kadang datang dari banyaknya pesanan tambal ban, tapi ada pula hari ketika tak satu pun pelanggan datang. Ban yang lengket atau rusak parah membuat pekerjaannya semakin menantang. Untuk setiap ban truk, ia memasang tarif Rp 50 ribu dan tetap melayani panggilan jika suaminya bisa mengantar.⁠
3
comment

0 Komentar

Belum ada komentar