

kumparanNEWS
19 Mar 2026
Cerita Penjual Kulit Ketupat di Palmerah
Di trotoar depan Pasar Pisang, Palmerah, Jakarta Barat, tangan-tangan terampil tak pernah berhenti bergerak membuat kulit ketupat. Di balik anyaman itu, ada cerita Argan (27), perantau asal Banten yang menggantungkan harapan dari musim ke musim dari kulit ketupat, sudah 15 tahun.
Dalam sehari, ia bisa menjual hingga 2.000 buah kulit ketupat. Ketupat itu dijual dalam ikatan berisi 10 buah. Di hari biasa, harganya sekitar Rp 5.000 per ikat. Namun mendekati Lebaran, harga naik menjadi Rp 7.000. “Daunnya yang mahal. Jadi kita juga harus naikin harga. Masa jualan mau rugi,” ucapnya sambil tertawa.
Dari setiap ikat, Argan hanya mengambil untung sekitar Rp 1.000. Sebab biaya bahan baku dan ongkos produksi ikut melonjak. Semua bahan baku hingga tenaga kerja berasal dari kampung halamannya di Banten. Bahkan sebagian besar penjual janur di kawasan itu juga berasal dari daerah yang sama.
0 Komentar
Belum ada komentar
