Kumparan Logo
kumparanNEWS
verified-green
24 Agt 2026
Emang Iya Jakarta Enggak Bisa Bebas Polusi?
Bayangkan skenario ekstrem ini: seluruh jalanan di Jakarta mendadak bebas dari kendaraan bermotor dan asap knalpot. Emisi pun mencapai nol persen. Pertanyannya, apakah warga Jakarta bisa langsung bernapas lega menikmati udara bersih? Jawabannya ternyata tidak. Berdasarkan pemaparan hasil penelitian Inventarisasi Emisi Wilayah Jabodetabek dan Source Apportionment PM2.5 di Jakarta oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) yang didukung Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB), wilayah Jakarta tak akan bisa sepenuhnya bebas dari polusi udara. Penelitian itu dirilis pada Kamis (20/8). “Hasil dispersi juga menunjukkan adanya transboundary air pollution. Bahkan jika emisi di Jakarta dinolkan (zero emission), Jakarta masih menerima konsentrasi PM2.5 dari daerah luar sekitar 26 persen–54 persen atau rata-rata 38,5 persen,” jelas Puji Lestari, Guru Besar Teknik Lingkungan dan Kepala Kelompok Keahlian Pengelolaan Udara dan Limbah, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB. Dispersi udara merupakan proses penyebaran zat pencemar atau polutan yang dilepaskan dari suatu sumber ke dalam atmosfer. Proses ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan arah angin, sehingga konsentrasi polutan berkurang saat bergerak menjauhi sumbernya. Sementara itu, PM2.5 merupakan partikel udara sangat kecil berukuran kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer (sekitar 30 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia). Partikel ini tidak kasat mata dan berasal dari asap kendaraan, industri, pembakaran sampah, serta kebakaran hutan. 📸: Dok. kumparan. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | explained | R134 | R184 | E080 | E099 | V156 | V083 #bicarafaktalewatberita #kumparan
comment

0 Komentar

Belum ada komentar