Viral Ayah Kerap Pukul Anak Kandung di Jaksel, Berujung Laporan Polisi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kekerasan di lingkungan pendidikan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekerasan di lingkungan pendidikan. Foto: Shutterstock

Beredar di sosial media sebuah video memuat aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang anak yang dipukul hingga ditendang oleh ayahnya sendiri. Kekerasan itu dilakukan dalam apartemennya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Ary Syam mengatakan, korban telah melaporkan peristiwa itu ke polisi. Laporan korban teregister dengan nomor LP/B/2301/IX/2022/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya tertanggal 23 September 2022.

"Diduga terjadi kekerasan yang dilakukan terlapor terhadap korban," ujar Ade dalam keterangannya, Selasa (20/12).

Ade menjelaskan, KDRT itu dilakukan oleh seorang ayah berinisial RIS. Dia diduga menganiaya dua anaknya yang berinisial KR (10) dan KA (12). Kekerasan itu telah dilakukannya selama satu tahun terakhir.

"Waktu kejadian tahun 2021 sampai dengan tahun 2022. Terlapor sering melakukan kekerasan terhadap korban K dengan cara memukul kepala korban K menggunakan tangan terlapor, menendang punggung korban menggunakan kaki terlapor, selain itu terlapor sering memaki dan marah kepada korban dengan kata-kata kasar," bebernya.

"Kepada korban KL terlapor sering melakukan kekerasan dengan cara memukul badan korban dan terlapor sering memaki dan memarahi korban," tambah dia.

Lebih jauh, Ade menyatakan bakal mengusut tuntas kasus KDRT itu. Namun tak adanya bukti visum menjadi hambatan penyelidikan kasus itu.

"Kejadian sejak 2021-2022 tidak ada visum dan tidak ada rekam medis," ungkap Ade.

"Kami menyampaikan turut prihatin atas kejadian ini dan akan memproses tuntas. Kami juga mengimbau agar siapa pun tidak melakukan kekerasan terhadap anak," pungkas dia.