Viral Cerita Warga Tangerang Buka Warung Nasi Cuma Bayar Rp 2.000
·waktu baca 2 menit

Di tengah himpitan ekonomi karena pandemi corona dan kebijakan PPKM, sejumlah warga turut membantu warga lainnya. Salah satunya dilakukan oleh Dimas Dwi Ananto, warga Gading Serpong, Tangerang.
Ia memborong makanan dari penjual warung makanan untuk diberikan ke warga dengan sistem subsidi. Dengan cukup bayar Rp 2.000, warga bisa mendapatkan satu porsi makan.
Dimas mengatakan sudah ada dua lokasi warung makan yang menjadi mitranya, di Gading Serpong dan di Cipete Jaksel. Dalam donasi ini, selain dari uang sendiri, ada juga sejumlah pihak yang ikut membantu.
"Setiap hari 100-150 porsi. Awalnya inisiatif per hari sekitar Rp 200 ribu, orang bayar Rp 2.000, kami subsidi Rp 10.000," ujar Dimas kepada kumparan, Jumat (13/8).
Ia memilih mencari warung untuk dibeli daripada membuat sendiri karena tidak mau 'bersaing' dengan pelaku kuliner. Sebab, penjual makanan juga ikut terdampak akibat pandemi corona.
"Di tanggal 12 Agustus ini, hari ke-18 selama dari awal buka, 23 Juli 2021. Satu harinya 200 orang kuotanya. Belum selesai jam 09.00 sudah habis," imbuhnya.
Dimas menambahkan donasi ini terbuka baik kaum dhuafa, yatim, piatu, tukang ojek, pemulung, petugas kebersihan, dan lain sebagainya. Untuk makan di warung-warung itu, warga cukup menulis nama semacam presensi.
Ia menegaskan warga tidak boleh makan di tempat warung tersebut. Mereka hanya diperkenankan untuk membungkus makanannya.
"Itu dibungkus tidak boleh makan di situ. Cara menghitungnya dibuatkan daftar absen," tegasnya.
Sebelum pandemi, mantan pengusaha kuliner itu mengaku membagikan makanan gratis ke kaum dhuafa setiap hari Jumat. Namun kini kegiatan itu dilakukan setiap hari.
"Kenapa nggak bisa setiap hari? Coba deh kita buat tiap hari. Sekarang banyak pedagang pada tutup, tukang ojek berkurang incomenya, sehingga diinisiasi warung nasi ternak rezeki," pungkasnya.
Dengan sistem subsidi itu, lanjut Dimas, orang yang dibantu pun juga bisa membantu warga lainnya.
