Viral Orang Tua Bocah di Bali Protes Anaknya Disebut Meninggal karena Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Simulasi penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus Corona di RSUP Sanglah Denpasar, Bali. Foto: Denita br Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Simulasi penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus Corona di RSUP Sanglah Denpasar, Bali. Foto: Denita br Matondang/kumparan

Beredar di media sosial rekaman yang mengaku orang tua bocah berinisial GALP di Bali protes anaknya disebut meninggal karena corona. Orang tua itu bahkan membantah anaknya dites swab di RSUP Sanglah Bali sebelum meninggal dunia. Rekaman itu berdurasi 3.31 menit dan menceritakan tentang GALP yang awalnya didiagnosa demam berdarah dengue (DBD) dan dirawat di salah satu rumah sakit sebelum dibawa ke Sanglah.

instagram embed

Menanggapi rekaman yang viral di Bali itu, Ketua Harian Gugus Tugas Kabupaten Gianyar I Made Wisnu Wijaya mengaku sudah mendengar. Namun, dia belum bisa memastikan apakah suara orang yang di rekaman itu benar merupakan orang tua GALP. Lebih lanjut Wijaya juga membantah semua yang disampaikan dalam rekaman video itu.

embed from external kumparan

Menurut Wijaya, tim kedokteran di RUSP Sanglah Bali benar mengambil swab GALP sebagai antisipasi pencegahan COVID-19.

"Yang jelas kita sudah lakukan swab. Bukan asal justifikasi saja. ada rapid, ada swab. Kita juga mendengarkan orang yang kompeten, yang profesional. Kita harus melakukan langkah-langkah kesehatan, seperti tracing dan lain sebagainya. Kita enggak mau korbankan masyarakat, kita enggak mau ada kasus transmisi lokal yang meluas," kata Wisnu saat dihubungi, Selasa (2/6).

Wisnu belum mendapatkan laporan dari tim kesehatan terkait rencana swab yang dilakukan kepada orang tua GALP. Tim kesehatan, kata Wisnu sudah terjun ke lapangan untuk melakukan penelusuran kontak. Wisnu juga masih menelusuri dugaan asal GALP terinfeksi.

"Kita masih tracing. Yang jelas ini kan dari orang ke orang. Ini berbahaya transmisi lokal. Kita telusuri siapa yang bersentuhan. Juga waktu yang merawat sakit dan waktu penguburan," kata dia.

kumparan post embed

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona