Viral Pengajian Tutup Rel Kereta di Jember, KAI Daop 9: Untuk Arahkan Jemaah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Kereta Api Argo Muria.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kereta Api Argo Muria. Foto: Shutterstock

Viral cuplikan video di sosial media memperlihatkan jalur kereta api ditutup menggunakan bambu. Dalam narasi video tersebut, jalur kereta itu ditutup karena terdapat pengajian Haul Habib Soleh Tanggul di wilayah Kabupaten Jember. Jemaah pun tampak duduk di perlintasan rel menggunakan tikar.

Menanggapi hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menyampaikan bahwa informasi penutupan jalur kereta api karena adanya pelaksanaan Haul Habib Soleh Tanggul pada 5 April 2026 di Kabupaten Jember tidak benar.

"Perjalanan kereta api tetap berlangsung sesuai dengan operasional yang berlaku," kata Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro saat dikonfirmasi, Senin (14/9).

Cahyo menjelaskan bahwa lokasi yang terlihat dalam video tersebut berada di area JPL 91 Stasiun Tanggul.

"Area tersebut berdekatan dengan lokasi pelaksanaan kegiatan dan menjadi bagian yang perlu mendapat pengaturan karena banyaknya jamaah yang hadir," ucapnya.

Untuk menjaga para jemaah tidak masuk di area perkeretaapian dan emplasemen stasiun, dilakukan pengaturan dan pembatasan menggunakan kayu atau bambu.

"Pembatas tersebut bukan untuk menutup jalur kereta api, melainkan untuk mengarahkan dan menjaga pergerakan jamaah agar tetap berada di area yang aman," kata dia.

Menurutnya, pengaturan itu dilakukan agar acara pengajian Haul Habib Soleh berjalan dengan tertib dan memastikan keselamatannya.

Ketika kereta api akan melintas, area di sekitar jalur terlebih dahulu disterilkan dari aktivitas jemaah. Dengan mekanisme itu, ruang perjalanan kereta api tetap aman dan perjalanan dapat berlangsung sebagaimana mestinya.

"Setiap akan ada kereta api yang melintas, area di sekitar jalur disterilkan. Jadi, bukan jalurnya yang ditutup, tetapi aktivitas jamaah di sekitar jalur yang diatur agar tidak berada di ruang operasional kereta api," ujar dia.

instagram embed

Cahyo mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut telah dikoordinasikan bersama pihak kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Jember.

"Koordinasi dilakukan untuk memastikan kegiatan masyarakat yang melibatkan jamaah dalam jumlah besar dapat berlangsung dengan tertib, khususnya karena lokasi kegiatan berada di sekitar fasilitas perkeretaapian" katanya.

"Kami memahami bahwa kegiatan keagamaan seperti Haul Habib Soleh Tanggul memiliki arti penting bagi masyarakat. Karena itu, yang kami lakukan adalah memastikan kegiatan tetap dapat berlangsung, namun jamaah tidak berada di area yang dapat membahayakan keselamatan mereka maupun perjalanan kereta api," imbuh Cahyo.

KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk mengambil kesimpulan terlebih dahulu berdasarkan potongan video atau informasi yang belum diketahui konteksnya secara utuh.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang informasi yang sehat. Jika menemukan informasi mengenai operasional kereta api atau aktivitas di sekitar jalur KA yang belum jelas kebenarannya, silakan dikonfirmasi terlebih dahulu melalui kanal resmi KAI. Jangan sampai informasi yang tidak utuh justru menimbulkan kesalahpahaman," ucap Cahyo.