Viral Santri Ma'had UIN Walisongo Ngeluh Dapat Makanan Basi, Rektorat Buka Suara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ma'had Al Jamiah UIN Walisongo Semarang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ma'had Al Jamiah UIN Walisongo Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Beredar video memperlihatkan sejumlah santri dari Ma’had Al Jamiah UIN Walisongo Semarang mengeluh terkait layanan makanan katering. Mereka mengaku kerap mendapatkan makanan tak layak dan sudah basi.

Dalam video yang viral terlihat empat orang santri menceritakan buruknya layanan makan yang mereka terima. Mereka juga menunjukkan makanan yang ada di dalam wadah atau tempat makan.

"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami dari santri Ma’had al Jamiah UIN Walisongo Semarang sudah tidak kuat akan fasilitas prasarana yang diberikan oleh UIN Walisongo Semarang yang seakan tidak menganggap kami sebagai manusia," ucap santri berkerudung hitam.

Santri lainnya yang berkerudung coklat dalam video itu kemudian menimpali, pemberian makanan basi itu terjadi tidak hanya sekali atau dua kali.

"Bukan hanya sekali kami dikasih makanan basi, buka ketiga kali ini sudah lebih dari tiga kali kami diberi makanan basi. Kita manusia, untuk apa makanan basi seperti ini dikasihkan ke kami, kami gak butuh. Dan kalau kalian nggak niat ngasih makan kami itu enggak usah," timpal santri itu.

Para santri itu juga mengaku sudah membayar Rp 3 juta untuk fasilitas di Ma'had ini. Namun fasilitas yang mereka dapatkan sangatlah buruk.

"Apakah kalian pikir kami ini hewan yang bisa kalian jadikan bahan uji coba kelayakan ma’had kalian? Sekiranya tidak bisa memfasilitasi kami dengan baik tidak usah mewajibkan Ma’had al Jamiah ini. Uang 3 juta bukan suatu hal yang sangat rendah bagi kami dari keluarga yang biasa," ungkap sambut santri berkerudung hitam itu lagi.

Penjelasan Rektorat

Terkait hal itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama Achmad Arief Budiman mengatakan, tidak semua yang disampaikan para mahasiswa tersebut benar. Namun, dia juga tak menampik ada layanan yang kurang pada mahasiswa.

"Mengenai temuan buruknya mutu layanan katering sebagaimana tergambar dalam video yang disebarkan itu, meskipun informasi yang tersebar itu tidak sepenuhnya benar, namun bagi UIN Walisongo, ini merupakan pengingat yang perlu direspons secara positif," kata Achmad dalam keterangannya, Kamis (10/8).

kumparan post embed

Ia menjelaskan, layanan katering bagi santri Ma’had al-Jami’ah bukanlah program wajib. Santri boleh memilih untuk meneruskan berlangganan katering pada bulan kedua.

"Adapun untuk bulan pertama diputuskan disediakan katering sebagai upaya membantu memfasilitasi santri baru yang datang dari luar daerah yang dimungkinkan belum cukup mengenali medan dan lingkungan," jelas dia.

Untuk memecahkan masalah ini, Achmad berjanji akan memperbaiki fasilitas dan layanan bagi santri. Apalagi program bagi mahasiswa baru UIN merupakan program mandatory dari Kementerian Agama.

"Momentum ini akan dipergunakan secara positif untuk segera dilakukan evaluasi secara komprehensif, serta dilakukan koordinasi dengan pihak mitra dalam rangka memperbaiki dan melengkapi fasilitas yang ada," pungkasnya.