Viral Video Kelulusan Murid SMA 'Angkatan Corona', Begini Faktanya

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar video angkatan corona. Foto: Youtube/SMAN 1 2 x 11 Enam Lingkung Padang Pariaman
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar video angkatan corona. Foto: Youtube/SMAN 1 2 x 11 Enam Lingkung Padang Pariaman

Beredar sebuah video yang memperlihatkan para murid SMA menari diguyur air oleh petugas pemadam kebakaran. Potongan video tersebut dibagikan oleh pengguna di sejumlah media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok.

Meski begitu, ada penggunaan caption yang berbeda dalam potongan video itu. Di TikTok misalnya, seorang user mengunggah video itu seolah-olah merupakan kegiatan perayaan kelulusan. Akan tetapi, unggahan video itu sudah tak ditemukan di TikTok.

Akibat viralnya video itu, pihak sekolah, SMAN 12 X 11 Enam Lingkung, Padang Pariaman, Sumbar, dipanggil oleh dinas pendidikan provinsi. Pihak dinas meminta konfirmasi apakah betul video itu merupakan perayaan kelulusan yang dilakukan di sekolah tersebut di tengah pandemi COVID-19.

Pembina OSIS SMA N 12 X 11 Enam Lingkung, Ardi Suryanto mengatakan, pengambilan video itu dilakukan pada akhir Februari hingga 4 Maret 2020. Ia menegaskan, syuting video itu dilakukan sebelum COVID-19 merebak di Indonesia.

"Itu video adalah angkatan tiap tahun kami bikin. Kebetulan di Sumbar setiap sekolah mengeluarkan video angkatan, hampir semua bikin sudah tradisi," tegas Ardi kepada kumparan, Rabu (17/6).

Ia menambahkan video tersebut dirilis pada pertengahan bulan Ramadhan 2020. Sebab, butuh proses editing setelah melakukan produksi.

video youtube embed

"Makanya klarifikasi ke Pemprov bahwasanya itu video yang dipotong katanya-katanya dibikin sendiri merayakan kelulusan (oleh pengguna TikTok)," kata Ardi.

Ia menegaskan, cara kelulusan di sekolah tersebut dilakuakan secara online lewat aplikasi. Tidak ada perayaan di sekolah.

Sementara itu, terkait dengan air yang disemprotkan oleh siswa dalam video itu bukan cairan disinfektan seperti yang dituduhkan warganet. Itu merupakan air biasa.

"Jadi minta izin (Damkar) ikut serta pengambilan video sekolah, video membantu siswa, jadi oke," tambahnya.

Sementara itu, untuk ide dan kreativitas video itu berasal dari vendor. Termasuk proses editing hingga publikasi.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

embed from external kumparan