Viral Wisatawan ke Bunker Kaliadem Dipaksa Sewa Jip-Motor, Dispar Sleman Usut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Letusan Gunung Merapi terlihat dari bungker Kaliadem, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (17/11/2019).  Foto: ANTARA FOTO/Rudi
zoom-in-whitePerbesar
Letusan Gunung Merapi terlihat dari bungker Kaliadem, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (17/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Rudi

Media sosial dihebohkan dengan curhatan seorang driver yang mengaku dipaksa untuk sewa jip atau sepeda motor ketika mau berwisata ke Bunker Kaliadem, Cangkringan, Kabupaten Sleman. Lokasi wisata ini berada di lereng Gunung Merapi.

Curhatan wisatawan itu diposting oleh akun Twitter @merapi_uncover dan telah diretweet lebih dari 200 kali.

"Kulonuwun..disini saya sebagai driver rental mau menyampaikam unek2..Masih sekitar wisata di Jogja tepatnya di kali adem, saya dan penumpang saya di buat kecewa sama oknum di sekitaran jalan menuju bunker kali adem," tulis curhatan driver tersebut.

"Ketika mau sampai di atas kurleb 1,7 KM lagi di cegat oleh bapak2 macak preman yg dia bilang 'mas berhenti parkir sini tidak bisa ke atas harus pakai jeep' lha tak wangsuli alasan nya apa pak kok mboten saget mriko?" jelasnya.

kumparan post embed

Ketika itu, oknum tersebut mengatakan maksimal kendaraan hanya boleh sampai di sini. Dan untuk ke atas lagi harus menggunakan motor dengan biaya sewa Rp 50 ribu atau menggunakan jip.

"Lha tak jawab lha pak kan sami mawon mtor atau mobil atau jeep sama2 bisa di naiki , pokok e bapak e maksa kon parkir sekitar situ padahal jarak ke bunker masih 1,7 KM," tulisnya.

"Otomatis penumpang saya tidak mau kalo jalan apa lagi hujan..akhir nya balik lagi ke bawah.. mbak e yg jaga TPR langsung saya tanya mbk apa gak boleh naik ke atas mau ke bunker, jawab e mbk e 'waduh kurang tau e mas' loh gimana to mbk kordinasi nya," bebernya.

X post embed

Menyikapi kasus itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Suparmono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemangku wilayah setempat.

"Kemarin saya sudah koordinasi dengan Pak Lurah, Pak Panewu (camat) dan Bu Kapolsek Cangkringan. Akan segera diselesaikan secara kewilayahan karena kejadian tersebut sudah beberapa kali terjadi dengan lokasi, oknum dan modus yang sama," kata Suparmono.

Suparmono mengatakan, selain kejadian ini sudah berulang, ada indikasi pula kasus tersebut mengarah ke pemerasan. Sehingga dalam hal ini kepolisian dilibatkan.

"Karena pemerasan atau kriminal, ranahnya ada di polsek," tutur dia.