Vladimir Putin: Konflik di Ukraina Tak Seperti di Jalur Gaza

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federal di Moskow, Rusia, Rabu (21/2/2023). Foto: Sputnik/Pavel Bednyakov/Kremlin via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federal di Moskow, Rusia, Rabu (21/2/2023). Foto: Sputnik/Pavel Bednyakov/Kremlin via REUTERS

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, konflik di Ukraina tidak serupa dengan bencana kemanusiaan yang diakibatkan Israel di Jalur Gaza. Pemimpin yang kembali maju mencalonkan diri dalam pemilu Rusia tahun depan itu pun yakin, dunia melihat perbedaannya.

Dikutip dari Anadolu Agency, komentar itu disampaikan Putin dalam konferensi pers tahunan yang dihadiri ratusan jurnalis internasional di Moskow pada Kamis (14/12).

"Kami baru saja membicarakan situasi terkait krisis Ukraina. Tapi Anda, dan semua orang yang hadir di sini, dan di seluruh dunia melihat," ujar Putin.

"Lihatlah 'operasi militer khusus' [di Ukraina] dan apa yang terjadi di Gaza dan perhatikan perbedaannya. Tidak ada yang seperti ini di Ukraina," tambahnya.

Merujuk pada komentar Sekjen PBB Antonio Guterres baru-baru ini, Putin menyebut Jalur Gaza telah berubah menjadi 'kuburan terbesar bagi anak-anak di dunia'. Menurut Putin, apa yang telah dilakukan Israel di wilayah kantong terkepung itu adalah membawa bencana kemanusiaan.

"Ini adalah penilaian yang objektif, apa yang bisa saya katakan di sini," tambahnya.

Warga Palestina yang melarikan diri dari serangan darat Israel tiba di Rafah, Jalur Gaza, Selasa (5/12/2023). Foto: Hatem Ali/AP Photo

Lebih lanjut, Putin kemudian mengatakan mitra dekatnya dari Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan, memainkan peran penting dalam penyelesaian krisis di Jalur Gaza.

"Dia, tentu saja, adalah salah satu pemimpin komunitas internasional yang memperhatikan tragedi ini dan melakukan segalanya guna memastikan bahwa situasinya berubah menjadi lebih baik untuk menciptakan kondisi perdamaian jangka panjang," ungkap Putin.

Putin memandang bahwa jalan keluar terbaik dari konflik Israel dan Palestina adalah dengan mengimplementasikan two-state solution — yang ditolak mentah-mentah oleh Israel.

"Turki dan Rusia berangkat dari fakta bahwa keputusan PBB mengenai pembentukan negara Palestina dengan ibu kotanya di Yerusalem Timur harus tetap dilaksanakan," jelas Putin.

Pria kelahiran Saint Petersburg itu pun mengungkapkan dirinya telah merencanakan pertemuan guna mendiskusikan situasi di Jalur Gaza dengan Erdogan di awal tahun nanti.

"Kami sudah melakukan kontak secara konstan dengan Presiden Erdogan mengenai isu-isu ini. Kami memiliki posisi yang sangat mirip. Saya pikir kami akan dapat bertemu dengannya," tutup Putin.

kumparan post embed